Breaking News

Aliyas SPd MPd Dinilai Layak Pimpin Kembali SMAN 1 Kutacane

Aliyas SPd MPd Dinilai Layak Pimpin Kembali SMAN 1 Kutacane
Aliyas SPd MPd

ACEH TENGGARA - Sejumlah wali murid di Kutacane, Aceh Tenggara menyampaikan pesan khusus kepada acehstandar.com, pesan ini bukan meyangkut dengan pemberitan yang selama ini diterbitkan oleh media online yang berkator di Banda Aceh ini. Tapi menyangkut dengan kualiatas pembelajaran di SMAN 1 Kutacane.

Mereka berharap Aliyas SPd MPd untuk dapat dilantik kembali sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kutacane, ini diinginkan oleh masyarakat melihat lulusan dari SMA disana dulunya bisa menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri ternama di tanah air. 

"Atas kemajuan sekolah serta kebersihan dalam menjalankan tugasnya dan fungsinya sebagai kepala sekolah ketika memimpin SMA Negeri 1 Kutacane Aceh Tenggara, maka Aliyas SPd MPd layak kembali menjadi Kepsek,"kata Wali murid belum lama ini.

Sumber yang ingin namanya dirahasiakan menyampaikan, SMA Negeri 1 Kutacane merupakan salah satu sekolah yang sangat diminati serta sebagai sekolah terfavorit tingkat SMA se- Aceh Tenggara.

Sebab sekolah SMA Negeri 1 Kutacane mempunyai banyak program kurikuler maupun extra kurikuler terhadap siswanya dan mempunyai banyak kelas unggulan maupun favorit seperti kelas inti maupun kelas eksekutif.

Itu sebabnya, sehingga SMA Negeri 1 Kutacane menjadi sekolah barometer pendidikan untuk tingkat SMA se-Aceh Tenggara. Karena dari tahun se belumnya, sekolah ini sangat banyak diminati masyarakat khususnya masyarakat Aceh Tenggara.

Setelah menerima informasi tadi, wartawan acehstandar.com menjumpai Aliyas SPd MPd yang kini mendapat amanah sebagai Kepala SMA Negeri 3 Kutacane. Disana mengkonfirmasi kembali terkait penjelasan warga tadi, diantaranya menyangkut lulusan yang berhasil "jebol" ke kampus ternama di tanah air.

Kepada wartawan media ini, dirinya tidak membantah "pujian" warga tadi. Dia menjelaskan pada tahun 2017 salah satu siswi atas nama Feby sapaan akrab berhasil masuk ke Universitas Indonesia (UI) Jakarta jurusan Administrasi Negara.

Kemudian di tahun 2019 ada juga salah satu siswi berhasil lolos masuk ke Kampus Universitas Indonesia (UI)  jurusan Farmasi dari kelas exlusive atas nama Ayu Safitri, kelas eksekutif ini langsung diprakarsai dan diprogramkan Aliyas SPd MPd. 

Selanjutnya untuk peningkatan mutu dan tetap menjadi juara dalam berbagai bidang perlombaan Aliyas, juga banyak membuat target dalam pencapaian kinerja. Sehingga ketika dia memimpin di sekolah tersebut, minat para orang tua siswa pun menjadi penuh kepercayaan untuk menitipkan anak mereka melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Kutacane. Namun saat ini Aliyas sudah dimutasi ke SMA Negeri 3 Kutacane.

"Kendatipun saya dipindahkan ke sekolah ini, tapi saya akan tetap berjuang untuk memajukan pendidikan anak bangsa, karena sebagai tugas seorang Kepsek harus bisa memajukan pendidikan,"sambung Aliyas yang merupakan mantan aktivis kampus.

Pengamat Apresiasi Kegigihan Pemimpin

Pengamat Kebijakan Publik Provinsi Aceh Nasrul Zaman MKS yang diminta tanggapan oleh acehstadar.com sangat mengapresiasi kemajuan sekolah SMA Negeri 1 Kutacane. 

Menurutnya, maju dan mundurnya dunia pendidikan termasuk sekolah merupakan kegigihan sang pemimpin dalam menerobos dan membuat target dalam program.

"Salah satu menjadi referensi kemajuan sekolah adalah, ketika siswa/i mampu lolos masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang great kampus itu sangat bagus, seperti Kampus UI Jakarta dan lainnya,"sebut Nasrul Zaman.

Itu sebabnya, ia menyarankan kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, supaya bisa mengevaluasi kinerja para Kepsek SMA se provinsi Aceh yang telah gagal memenuhi target yang sudah ditentukan melalui MoU ketika dilantik beberapa waktu lalu di Banda Aceh.

"Jika para Kepsek SMA ada yang gagal menjalankan tugasnya atau program studi pendidikan sehingga sekolah SMA yang mereka pimpin turun atau kurang diminati oleh masyarakat luas, untuk memasukkan anak mereka melanjutkan pendidikan ke tersebut tentunya ini haruslah menjadi perhatian serius kepala Dinas Pendidikan Aceh, dan bila perlu diberikan sansi atau dicopot saja,"pungkasnya. (*)