Breaking News

Alumni MUDI Samalanga Lahirkan Buku "Tradisi Seunujoh di Aceh dalam Lensa Agama"

Alumni MUDI Samalanga Lahirkan Buku "Tradisi Seunujoh di Aceh dalam Lensa Agama"
Tgk Mahmudi MH menghasilkan buku berjudul "Tradisi Seunujoh di Aceh dalam Lensa Agama"

ACEHSTANDAR.COM -  Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga di tengah Kondisi negeri ini masih belum pulih dari Pandemi Covid-19, tidak menjadi penghalang dalam berkarya termasuk melahirkan buku. Hal ini sebagaimana dilakukan Tgk Mahmudi MH  dengan menghasilkan buku berjudul "Tradisi Seunujoh di Aceh dalam Lensa Agama"

"Dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga kembali menghasilkan karya tulis dengan judul buku "Tradisi Seunujoh di Aceh dalam Lensa Agama". Buku ini merupakan buah karya dosen produktif Tgk Mahmudi kelahiran Buloh Aceh Utara," ungkap Tgk Mursalin MH selaku Kabag Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga kepada media ini, Minggu, 21 November 2021.

Tgk Mursalin mengatakan karya yang dinantikan masyarakat seputar Seunujoh (kenduri hari tujuh kematian) yang tulis alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga itu bukan hanya mengupas seputar hukum juga beberapa perkara lainnya yang sudah menjadi tradisi masyarakat Aceh.

Selanjutnya, Tgk Mursalin yang juga guru Dayah Jami'ah Al-Aziziyah (DJA) Kuta Glee Batee Iliek mengatakan Praktik seunujôh yang dilakukan oleh masyarakat Aceh merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun dari generasi ke generasi. 

"Tradisi tersebut sudah dipraktikkan oleh para ulama  yang ada di Aceh. 
Tentu saja mereka tidak semata-mata mengikuti tradisi, akan tetapi juga berpegang pada dalil syari'at yang mendukung kebenaran tradisi tersebut," sambung alumni Pascasarjana Unimal itu.

Tgk Mursalin mengatakan siapa bilang menulis itu perkara sepele? Aktivitas yang selalu diajarkan orang tua dan guru sejak kita kecil saat belajar di sekolah dasar ini ternyata tidak serta merta membuat seseorang akan mampu dan piawai dalam menuliskan ide atau kreativitas dalam bentuk literasi seperti yang telah dibuktikan Tgk Mahmudi dalam beberapa karyanya termasuk buku tentang Seunujoh.

“Lantas, siapa bilang menulis itu sulit? Bukankah semudah kita update story atau status pada suatu platform sosial media dengan rangkaian kata yang tak ada habisnya? Atau segampang mengomentari unggahan seseorang yang tidak sependapat dengan kita yang muncul di beranda sosial media? Mari membumikan literasi,“harapnya.

Tgk Mursalin yang juga alumni Dayah MUDI Mesjid Samalanga itu berharap kedepannya, dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga mampu melahirkan lebih banyak lagi karya tulis bukan hanya untuk kalangan akademisi juga masyarakat luas.

"Rektor IAI Al-Aziziyah Samalanga dan seluruh civitas akademika, sangat mengapresiasi karya yang dihasilkannya Tgk. Mahmudi. Semoga karya-karya handal berikutnya akan terus lahir lewat tangan para dosen IAI Al-Aziziyah Samalanga dan semoga mampu memberikan motivasi dan edukasi kepercayaan diri untuk menulis bagi dosen-dosen yang lainnya," pintanya.

Tgk Mahmudi yang juga Sekretaris prodi HKI IAI Al-Aziziyah Samalanga penulis buku tersebut secara terpisah menyebutkan karya yang dihasilkannya itu sebagai respon terhadap fenomena yang berkembang dalam masyarakat yang masih melihat kearifan lokal masyarakat seperti Seunujoh dan sejenisnya itu sebagai perkara yang sesat (bid'ah).

"Buku tersebut merupakan diantara jawaban terhadap fenomena Seunujoh dan sejenisnya dalam perspektif Islam dengan rujukan karya ulama terdahulu. Juga untuk menepis anggapan sebagian orang berkaitan dengan Seunujoh sebagai perkara bid'ah yang dilarang dalam agama. Secara pribadi sangat menyadari, karya tersebut masih banyak kekurangan dan berharap kritik dan saran demi kesempurnaan buku yang dihasilkan di penghujung akhir tahun era Pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.