Breaking News

ATM BSI di Aceh Masih Bermasalah, Anggota DPRA Minta Segera Dibenahi

ATM BSI di Aceh Masih Bermasalah, Anggota DPRA Minta Segera Dibenahi
Anggota DPRA, HT Ibrahim ST MM

ACEHSTANDAR.COM - Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aceh dilaporkan masih saja menimbulkan masalah. Pengguna ATM masih terkendela ketika melakukan penarikan tunai.

Sementara ketika ingin melakukan penarikan langsung ke teller, harus melakukan antrian yang cukup panjang sehingga memakan waktu yang cukup lama. Hal itu lantaran banyaknya para nasabah yang mendatangi unit kerja BSI guna melakukan proses migrasi.

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Demokrat HT Ibrahim ST MM kepada acehstandar.com mengaku menerima keluhan dari banyak masyarakat dalam sepekan ini.

"Banyak masyarakat yang mengadu ke saya menyangkut masalah ATM BSI,"kata HT Ibrahim kepada acehstandar.com, Jumat (11/6/2021) di Banda Aceh.

Dengan tidak bisa melakukan penarikan lewat ATM sehingga masyarakat harus mendatangi kantor Bank Syariah Indonesia (BSI). Sementara disana harus mengikuti antrian panjang.

"Sedangkan masyarakat membutuhkan uang segera,"ujarnya.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada manajemen BSI segera membenahi sistem perbankan demi kelancaran nasabah dalam melakukan transaksi.

Padahal beberapa waktu lalu, seperti dilansir medcom.id, Bank Syariah Indonesia (BSI) sudah menerjunkan 31 tenaga ahli Teknologi Informasi untuk mempercepat proses migrasi mesin ATM.

Adapun tim tenaga ahli Teknologi Informasi yang didatangkan khusus dari Jakarta itu disebar tugasnya ke dalam tiga area layanan, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh. Saat ini pihaknya membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan semua sistem yang sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

CEO Regional BSI Aceh, Nana Hendriana  yang dikonfirmasi wartawan acehstandar.com via layanan WhatsApp perihal persoalan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut yang menjadi keluhan masyarakat, belum menjawab. Namun pesan WhatsApp yang dikirim telah terbaca. 

Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh mengingatkan Bank Syariah Indonesia (BSI) agar lebih terbuka, arif serta lebih serius menyikapi keluhan masyarakat selama proses Migrasi eks tabungan BRI Syariah (BRIS) dan BNI Syariah ke (BSI).

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh Rudi Ismawan mengatakan masih banyaknya complain selama migrasi ini mengisyaratkan banyak permasalahan yang harus segera diatasi dan diselesaikan.