Breaking News

Begini Kronologi Personel Satpol PP Aceh Barat Ditusuk Orang Gila

Begini Kronologi Personel Satpol PP Aceh Barat Ditusuk Orang Gila
Kasi Trantib Satpol PP Kabupaten Aceh Barat, Sayuti saat diperiksa di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh akibat ditusuk dengan senjata tajam oleh orang gangguan jiwa (Foto : Vinda Eka Saputra).

ACEHSTANDAR.COM - Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Barat yang sebelumnya ditusuk dengan senjata tajam oleh orang yang diduga gangguan jiwa menjelaskan kronologi awal kejadian.

Kasi Trantib Satpol PP Aceh Barat, Sayuti mengatakan, ia bersama dengan petuas Satpol PP lainnya dibantu dengan polisi berusaha hendak mengamankan seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan di Desa Ujong Drien, Kacamatan Meurebo, Aceh Barat.

“Begitu dia hendak kami amankan langsung rupanya dia sudah persiapan, lengkap dengan gunting, botol dan senjata tajam lainnya, disitulah kami tidak menduga dan langsung diserang, jadi saya terjepit di pagar, begitu hendak ditikam saya tepis tangannya dan kena kebahu saya,” kata Sayuti, Sabtu 29 Mei 2021.

Setelah berhasil menusuknya dengan menggunakan gunting, kemudian pelaku kembali masuk kedalam rumah untuk mengambil parang dan berusaha untuk menyerang petugas kembali.

“Setelah dia mengambil parang, udah ada senjata ditangan saya seperti tongakat, begitu dia mau menyerang saya tepis pake tongkat itu terus senjatanya jatuh, kemudian dia lari lagi ambil senjata lagi,” katanya.

Kemudian setelah dia mengambil senjata kembali, Sayuti bersama dengan petugas lainnya kembali menghadang pelaku sehingga senjata tajam milik pelaku terjatuh.

“Kemudian karena sajamnya sudah jatuh dia lari kebelakang untuk mengambil kapak trus dia keluar sampai ke jalan besar, begitulah kejadiannya,” ujar Sayuti.

Akibat terkena senjata tajam gunting tersebut Sayuti langsung dibawa ke RSUD Cut nyak Dhien Meulaboh untuk dilakukan pemeriksaan terhadap luka tusukan yang ia terima, setelah diperiksa, sayuti mendapatkan dua luka tusukan, yang satu sedalam lima cm dan yang satu lagi sedalam tujuh cm dan harus dijahit sebanyak sepuluh jahitan.

VINDA EKA SAPUTRA