Breaking News

Belum 24 Jam Gencatan Senjata,  Israel Ingkar Kembali Gempur Palestina

Belum 24 Jam Gencatan Senjata,  Israel Ingkar Kembali Gempur Palestina

ACEHSTANDAR.COM - Israel dan Hamas sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata setelah 11 hari pertempuran yang menewaskan 232 warga Palestina di Gaza dan 12 orang di Israel. 

Kabinet keamanan Israel mengatakan pihaknya memberikan suara dengan suara bulat untuk mendukung gencatan senjata Gaza 'timbal balik dan tanpa syarat' yang diusulkan oleh mediator Mesir, tetapi menambahkan bahwa jam implementasi belum disepakati.

Hamas, kelompok yang memerintah Gaza, dan kelompok bersenjata Jihad Islam Palestina (PIJ) juga mengkonfirmasi gencatan senjata 'timbal balik dan tanpa syarat' dalam sebuah pernyataan.

Perkembangan itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global tentang pertumpahan darah, dengan Presiden AS Joe Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengupayakan de-eskalasi, dan tawaran mediasi oleh Mesir, Qatar dan PBB.

Delegasi keamanan Mesir ke Israel dan Palestina

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah memerintahkan dua delegasi keamanan ke Israel dan wilayah Palestina yang diduduki untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata, TV pemerintah Mesir melaporkan.

Gencatan senjata akan mengakhiri beberapa pertempuran paling sengit sejak 2014, yang telah menyebabkan kerusakan luas di Gaza dan menghentikan sebagian besar kehidupan sehari-hari di Israel.

Ali Barakeh, anggota biro hubungan Arab dan Islam Hamas, mengatakan bahwa deklarasi tersebut merupakan kekalahan bagi Netanyahu dan 'kemenangan bagi rakyat Palestina'.

Dilansir Aljazeera, Jumat (21/5/2021), namun, nyatanya dilaporkan Israel telah melanjutkan pembomannya di Jalur Gaza. 

Hal ini tentu sangat mengejutkan bagi warga Palestina karena belum ada 24 jam gencatan senjata.

Sebagaimana diketahui, 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 39 wanita, tewas dan lebih dari 1.900 luka-luka sejak kekerasan meletus pada 10 Mei.

Sementara, Israel mengatakan telah menewaskan sedikitnya 160 pejuang di Gaza, tanpa memberikan bukti. Hamas dan PIJ mengatakan setidaknya 20 pejuang mereka telah tewas. 

Pihak berwenang menyebutkan jumlah korban tewas di Israel pada 12, dengan ratusan orang dirawat karena cedera dalam serangan roket yang menyebabkan kepanikan dan membuat orang bergegas ke tempat penampungan.

 

Sumber:GenPI.co