Breaking News

Bersaksi Di Persidangan, Pelanggan Toko Emas Husen Mengaku Tidak Dirugikan

Bersaksi Di Persidangan, Pelanggan Toko Emas Husen Mengaku Tidak Dirugikan
Kuasa hukum terdakwa M Husen

ACEHSTANDAR.COM - Sidang kasus toko  emas yang diperkarakan oleh kepolisian karena diduga menjual perhiasan emas tidak sesuai kadar kembali digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu 17 November 2021.

Sidang Perkara Nomor 363/Pid.Sus/2021/PN Bna dengan Terdakwa M Husen Bin Hasyim.

Sidang yang dipimpin oleh Safri SH MH itu dihadiri oleh Kuasa Hukum Terdakwa, Armia SH MH, dan Zulfahmi SH. Sedangkan dari Pihak Jaksa Penuntut Umum dihadiri oleh Rahmadani SH MH.

Dalam perkara ini JPU mendakwakan M Husen Bin Hasyim melanggar Pasal 8 Ayat (1) huruf f jo. Pasal 62 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. 

Pada persidangan lanjutan ini, turut diperiksa 3 (tiga) orang saksi a de charge atau saksi meringankan yang dihadirkan oleh pengacara terdakwa. 

Dua orang saksi merupakan pelanggan toko emas milik terdakwa, yaitu Ema Syitah dan Said Irfan. Keduanya menerangkan bahwa sudah lama berlangganan dengan toko emas milik terdakwa dan selama ini tidak pernah merasa dirugikan. 

Adapun mengenai ketidaksesuaian antara keterangan yang tertulis dalam faktur penjualan, dirinya tidak keberatan karena terdakwa telah memberikan informasi baik secara lisan maupun dalam disclaimer. Pelanggan juga pernah menjual kembali perhiasan yang dibelinya kepada terdakwa dengan kadar yang sama dan tidak ada masalah. 

Menurut pengamatan dan pengetahuan saksi, terdakwa adalah orang baik dan tidak melakukan kecurangan.

Sementara itu, 1 orang saksi lainnya, Darwis merupakan tukang/pengrajian emas yang sudah lebih 20 tahun bekerja membuat perhiasan emas. Darwis menegaskan bahwa penambahan patri dalam pembuatan perhiasan emas adalah hal yang lumrah sejak dahulu, karena tanpa menggunakan patri perhiasan tidak akan bisa dibentuk atau disambung. 

“Patri itu terdiri dari emas muda, dipakai sedikit saja pada bagian sambungan supaya dapat tersambung atau terbentuk ukiran. Memang harus menggunakan patri. Semua  toko emas begitu sejak dahulu. Selama puluhan tahun tidak pernah ada masalah,"jelas Darwis.

Kuasa Hukum terdakwa Armia SH MH kepada wartawan menyampaikan, dari saksi yang dihadirkan mengaku tidak keberatan dan tidak merasa dirugikan.

"Yang paling penting antara lain dari semua saksi yang kita hadirkan tadi mengatakan, tidak ada kasus tidak ada keberatan atau konsumen yang merasa dirugikan kemudian melapor itu tidak ada,"kata Armia.

Hal itu kata dia, karena setiap emas yang dibeli dari toko terdakwa kemudian dijual kembali baik ke toko terdakwa maupun lain diterima sebagai emas dengan kadar 99 persen.

"Kenapa karena, ketika dijual kembali walaupun ditulis disitu 99 persen walapun hasil tes labotararium ada patri didalamnya, tapi ketika dijual kembali kepada toko yang sama atau ke toko yang lain itu diterima sebagai emas yang kadarnya 99 persen, jadi tidak ada kerugian konsumen disini,"katanya.