Breaking News

BI Prediksi Ekonomi Aceh Akan Tumbuh Lebih Tinggi

BI Prediksi Ekonomi Aceh Akan Tumbuh Lebih Tinggi
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2021 di Provinsi Aceh berfokus pada tema “Energi, Sinergi, dan Harmoni” yang digelar di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh

ACEHSTANDAR.COM - Peran utama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Aceh adalah sebagai strategic advisor bagi pemerintah daerah dalam mendorong perekonomian regional menjadi krusial dimasa pemulihan ekonomi. 

Sepanjang tahun 2021, dinamika ekonomi di Provinsi yang memiliki kekhususan dan kelebihan dibanding daerah lain juga menjadi peluang dan tantangan tersendiri. Melalui berbagai program yang disinergikan oleh berbagai stakeholder, KPwBI Provinsi Aceh berpartisipasi aktif dalam pemulihan ekonomi Provinsi Aceh.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh Achris Sarwani menyampaikan BI Provinsi Aceh senantiasa melakukan upaya nyata mewujudkan pelayanan terbaik dalam berbagai aspek seperti pengelolaan uang rupiah, digitalisasi sistem pembayaran, elektronifikasi transaksi pemerintah, dukungan pengembangan generasi muda melalui program beasiswa, dukungan pengembangan UMKM Unggulan, hingga dukungan infrastuktur penunjang digitalisasi.

"Tentunya peran Bank Indonesia di daerah senantiasa bersinergi baik dengan stakeholder maupun mitra kerja. Pada tahun 2021, KPwBI Provinsi Aceh berpartisipasi aktif pada beberapa satuan tugas maupun tim koordinasi,"kata  Achris Sarwani pada acara pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2021 di Provinsi Aceh, Rabu 23 November 2021.

Misalnya, kata dia, dalam wadah TPID, sebagai garda depan penjaga inflasi di daerah, telah melakukan High Level Meeting di Provinsi dan beberapa Kabupaten Kota. Selanjutnya, dalam upaya perbaikan Current Account Deficit (CAD), Bank Indonesia terlibat dalam Satuan Tugas Percepatan Ekspor dan Satuan Tugas Investasi. Guna meningkatkan peran advisory di daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia menginisasi TIM9, terdiri dari 9 instansi vertikal keuangan di Aceh. Terakhir, dalam rangka peningkatan inklusivitas serta peningkatan pendapatan daerah, dibentuk lah TP2DD di Provinsi dan 23 Kab/Kota se Aceh sebagai koordinasi peningkatan digitalisasi keuangan.

Optimisme perbaikan ini diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2022

KPwBI Provinsi Aceh memperkirakan ekonomi Provinsi Aceh akan tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya dengan laju diatas 4% (yoy).  Selanjutnya, inflasi diperkirakan berada pada rentang target nasional pada 3% +-1%. Tentu optimisme ini juga memerlukan sinergi dan strategi dari semua stakeholder untuk mewujudkan perekonomian Provinsi Aceh ke arah yang lebih baik. 

"Program vaksinasi, kemudahaan akses pembiayaan dan bisnis, pengembangan dan korporatisasi UMKM, pembukaan sektor produktif dan aman, hilirisasi industri, serta penyerapan anggaran yang optimal menjadi kunci tumbuhnya ekonomi Aceh. Pada tahun 2022, KPwBI Provinsi Aceh akan berfokus pada pengembangan agroindustri guna meningkatkan efek multiplier hasil bumi Provinsi Aceh. Dari sisi sistem pembayaran, peningkatan inklusivitas melalui transformasi perluasan ekosistem keuangan digital dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah akan menjadi fokus pengembangan,"jelas Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh Achris Sarwani.

Achris Sarwani menambahkan, demi menjaga aktivitas perekonomian tetap berjalan, transformasi digital adalah suatu keniscayaan. Pasca Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021, Presiden mengamanahkan pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD di tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia. Pembentukan TP2DD bertujuan untuk mendorong inovasi, mempercepat dan memperluas Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah serta mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan tata kelola keuangan yang terintegrasi. 

Telah terbentuknya TP2DD di tingkat Provinsi dan seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Aceh merupakan wujud nyata komitmen untuk mengakselerasi elektronifikasi transaksi belanja dan pendapatan pemerintah daerah. Forum TP2DD akan melahirkan berbagai inovasi program elektronifikasi melalui pemanfaatan berbagai kanal pembayaran non tunai berbasis digital yang akan meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus optimalisasi pelayanan publik.

"TP2DD juga berperan dalam mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat, mewujudkan keuangan yang inklusif, dan sebagai solusi mencegah penyebaran virus COVID-19. TP2DD akan menjadi motor penggerak sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, serta industri keuangan dan sistem pembayaran dalam mendukung terwujudnya smart city serta ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Aceh,"tuturnya.