Breaking News

Bikin Kerumunan, Dewan Kritik Cara BSI Lakukan Migrasi!

Bikin Kerumunan, Dewan Kritik Cara BSI Lakukan Migrasi!
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Tati Meutia Asmara, SKH MSi (Foto: istimewa)

ACEHSTANDAR.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Tati Meutia Asmara SKH MSi mengkritik cara manajemen Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh dalam melakukan proses migrasi. Tati mengaku ada sejumlah kantor layanan BSI, khususnya di Kota Banda Aceh terjadi kerumunan masyarakat (nasabah) pada saat proses itu berlangsung.

Padahal, kata Tati, saat ini kasus lonjakan Covid-19 di tanah rencong tahap mengerikan, hal itu sebagaimana data yang dilaporkan Satgas penanganan Covid-19.

"Hari ini ibuk ingin menyampaikan sangat prihatin ditengah pandemi, dengan kondisi kenaikan kasus covid-19 di Kota Banda Aceh, tapi kemudian kondisi migrasi perbankan ini luar biasa,"kata Tati kepada acehstandar.com, Selasa (8/6/2021).

Kepada media ini, ia mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat yang melakukan proses migrasi layanan Bank BSI tersebut.

"Sayang sekali hari ini, yang saya lihat para ibuk-ibuk yang mengeluh hampir mual, berada dalam kerumunan antrian dari pagi sampai siang hari yang terkadang itupun tidak terselesaikan permasalahan migrasi,"ujar politisi PKS ini.

Bahkan, dirinya mengaku tadi melihat langsung empat titik (kantor BSI), dimana masyarakat berkerumun walaupun dalam barisan yang relatif sangat berdekatan. 

"Ini sangat miris kita melihatnya. Mungkin bisa cari sebuah cara, supaya menurut saya proses migrasi yang segala macam ini berhubungan dengan IT, yang sekrang harus kita akui yang sebenarnya, fasilitas dengan sentuh tangan android  bisa tertangani,"terangnya.

Itu sebabnya, ia meminta Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Aceh untuk segera memberikan perhatian untuk kebutuhan dari pada Warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya yang ingin melakukan migrasi tapi juga terjaga juga dari sisi keamanan dan kesehatan mereka.

"Apalagi hari ini tidak ada satu pun yang bisa menjamin bahwa mereka bisa kemudian terhindar dari terjangkit virus dengan kondisi yang terjadi dalam migrasi yang mereka lakukan, dua tiga hari ini saya terus menerima keluhan-keluhan dari pada warga yang sangat miris, karena mereka satu sisi memang membtuhkan fasilitas perbankan yang berbasis syariah saat ini, tapi disisi lain mari mudahan pihak perbankan melakukan kejelasan sistem agar masyarakat aman dan sehat dalam melukan migrasi,"harap Tati.

Sementara berdasarkan hasil pantauan acehstandar.com di beberapa lokasi, seperti BSI di jalan Dipenogoro, Banda Aceh benar saja terajadi kerumunan, yang semestinya pihak perbankan harus benar-benar menjaga prokes, salah satunya jaga jarak.