Breaking News

Dadang Kurnia, BPKP Telah  Menyelamatkan Uang Negara Lebih Dari Rp70 Trilliun

Dadang Kurnia, BPKP Telah  Menyelamatkan Uang Negara Lebih Dari Rp70 Trilliun
Dadang Kurnia, BPKP Telah  Menyelamatkan Uang Negara Lebih Dari Rp70 Trilliun

ACEHSTANDAR.COM  - Dadang Kurnia, BPKP Telah  Menyelamatkan Uang Negara Lebih Dari Rp70 Trilliun, menyebutkan, ada banyak risiko yang melekat dalam pelaksanaan program maupun eksekusi anggaran.

Diantaranya, risiko penyimpangan karena moral hazard pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Hal itu disampaikan Dadang Kurnia, pada Rapat Koordinasi Pengawasan Intern (Rakorwasin) Keuangan dan Pembangunan Tingkat Aceh yang dibuka Gubernur Aceh Nova Iriansyah secara daring yang berlaksanakan di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Rabu, (2/6/2021). 

Selama setahun terakhir kata Dadang Kurnia, BPKP telah berkontribusi dalam menyelamatkan keuangan negara mencapai lebih dari Rp70 trilliun. 

"Selain itu terdapat risiko ketidaktepatan sasaran atau target program dan kegiatan pembangunan, serta risiko ketidakefektivan dan inefisiensi belanja," ujar Dadang. 

Hal itu diungkapkan Dadang didepan Rakor yang diikuti para bupati/walikota se-Aceh, Kepala Perwakilan BPKP Aceh.

Rakor tersebut dalam rangka memperkuat pengawasan atas perencanaan pembangunan dan penganggaran di Aceh. 

Oleh sebab itulah, kata Dadang, peran pengawasan intern saat ini menjadi lebih strategis untuk memastikan akuntabilitas dan sustainabilitas pembangunan. 

BPKP dan APIP katanya harus secara terus menerus terlibat dan ikut berkontribusi sesuai dengan porsinya masing- masing, terutama dalam pengawalan program, kegiatan, dan belanja daerah. 

"Pengawalan atas perencanaan pembangunan dan penganggaran di Aceh juga menjadi strategis dengan adanya Dana Otonomi Khusus yang salurkan oleh
pemerintah pusat untuk dapat digunakan dalam mendorong percepatan pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat di wilayah Aceh," kata Dadang. 

Dadang berharap, BPKP dan APIP di wilayah Aceh dapat bersama-sama dan berkolaborasi dalam merumuskan pengawasan perencanaan dan penganggaran. 

Rakor tersebut berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Memakai masker dan menjaga jarak.