Breaking News

Demokrat Minta Hasto Urus Kasus Harun Masiku, Ketimbang Cawe-cawe

Demokrat Minta Hasto Urus Kasus Harun Masiku, Ketimbang <i>Cawe-cawe</i>
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menangis saat memberikan keterangan kepada wartawan, di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Tengku Umar, Jakarta, 6 Januari 2017. (Foto:ANTARA)

ACEHSTANDAR.COM– Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan menyarankan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto untuk fokus saja pada kasus-kasus korupsi yang membelit internal partainya.

“Ketimbang cawe-cawe ngurusi partai lain, Mas Hasto lebih baik bantu pemerintah dan KPK temukan Harun Masiku yang sudah 500 hari menghilang,” ujar Irwan kepada wartawan, Sabtu (29/5).

Nama Hasto Kristianto disebut dalam persidangan kasus suap pergantian antar waktu yang melibatkan politikus PDIP, Harun Masiku sebagai penyuap, agar bisa menggantikan Riezky Aprilia. Dalam persidangan, pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah menyebut Hasto mengetahui upaya pergantian ini. Terdakwa pemberi suap, Saeful Bahri, diketahui sebelumnya menjadi staf Hasto.

Mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menjadi terdakwa dalam kasus suap itu juga berjanji membuka keterlibatan Hasto.

“Mas Hasto pasti pusing dengan kasus yang menyeret namanya ini. Tapi tidak perlulah bawa-bawa nama partai lain untuk mengalihkan perhatian. Sebagai Sekjen, mas Hasto harusnya membantu Presiden Jokowi maupun Ketum Bu Megawati untuk menyelesaikan masalah yang menggerogoti dukungan wong cilik PDIP ini,” katanya.

Irwan menambahkan, semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dulu, hanya butuh 78 hari bagi KPK untuk membekuk Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.

“Masa sekarang sampai 500 hari, Harun Masiku belum ketemu? Kemauan politik partai yang berkuasa sangat krusial untuk menegakkan hukum dengan adil,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku partainya memiliki basis yang berbeda dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Sehingga menurut Hasto, sangat sulit partai yang dikepalai oleh Megawati Soekarnoputri tersebut berkoalisi dengan PKS.

“Ya koalisi bagi PDIP kerja sama politik itu basisnya harus ideologi. PDIP berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda. Sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal,” ujar Hasto dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Jumat (28/5).

Hasto mengatakan, begitupula dengan Partai Demokrat partai berlogo kepala banteng ini sulit untuk membangun koalisi. Hal itu lantaran ideologi antara PDIP dengan Partai Demokrat berbeda.

“Dengan Demokrat berbeda, basisnya berbeda. (Demokrat) partai elektoral, kami adalah partai ideologi tetapi juga bertumpu pada kekuatan massa. Sehingga kami tegaskan dari DNA-nya berbeda kami dengan Partai Demokrat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, dengan ketidakcocokan dari dua partai tersebut, maka dirinya berharap tidak perlu lagi ada pihak-pihak yang berusaha membuat PDIP berkoalisi dengan PKS dan Partai Demokrat. (*)

Sumber:JawaPos.com