Breaking News

Trans Continent Buka Pusat Logistik Ekspor-Impor di Kawasan Krueng Raya

Trans Continent Buka Pusat Logistik Ekspor-Impor di Kawasan Krueng Raya
CEO Trans Continent Ismail Rasyid

ACEH BESAR -  PT Trans Continent mulai membangun fasilitas pergudangan terintegrasi untuk ekspor-impor di Desa Beurandeh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Kawasan ini tidak jauh dengan pelabuhan Malahayati, Krueng Raya Aceh Besar. Itu sebabnya dia menilai sangat tepat untuk melakukan investasi disana.

Fasilitas pergudangan ini dibangun diatas lahan seluas 6 Hektar lebih dengan tujuan sebagai kawasan industri dan perdagangan terpadu.

CEO Trans Continent Ismail Rasyid yang ditemui acehstandar.com menyampaikan, nilai investasi yang rencana dikucurkan ke proyek pembangunan tersebut sebesar Rp50 Miliar lebih.

Lokasi pembangunan yang sedang dibangun oleh PT Trans Continent

Ia mengatakan izin yang dikeluarkan sekarang adalah dari dua intitusi, yang pertama izin prinsip dari Pemerintah Kabuaten Aceh Besar.

"Yang kedua izin pelaksana, itu dikeluarkan dari Bea dan Cukai. Ini menyangkut dengan namanya pusat logistik berikat .Fungsi logistik berikat ini fungsinga sama dengan yang berada di luar negeri," kata Ismail, Selasa (2/3/2021).

Ismail yang juga putra asli Aceh ini mengatakan untuk kedepan barang-barang yang impor untuk keperluan di Aceh baik itu konsumebel, maupun industri masih bisa ditangguhkan pembayaran pajak -pajak impornya selama masih disimpan di kawasan kawasan pusat logistik.

"Harapan kita, kawasan kecil ini akan memberikan efek positif terutama buat penyerapan tenaga kerja, sekarang ini kita minimal 20-30 orang sudah bekerja di tempat ini, termasuk kita prioritaskan ntuk lingkar kawasan.  Sesuai dengan tingkat skil mereka," tambahnya lagi.

Sejauh ini, PT Trans Continent, kata dia sudah menjalin kerjasama dengan berbagai investor luar negeri secara mandiri.

"Kedepan ada beberapa investor yang akan melakukan investasi disini, seperti dari Canada dan Korea, kita akan gunakan tempat kawasan ini sebagai tempat transit,"ujarnya.

CEO Trans Continent Ismail Rasyid bersama investor dari Korea

Sebelumnya, seperti diberitakan oleh sejumlah media. Dimana PT Trans Continent merupakan investor pertama yang melakukan Ground Breaking di Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.

Namun, tak bertahan lama setelah melakukan Ground Breaking, PT Trans Continent menarik alat kerja mereka dari kawasan industri di Ladong tersebut. Ini disebut-sebut setelah tidak adanya kepastian dari Pemerintah Aceh.

Sebabnya, sejak kehadirannya pertama kali PT Trans Continent di KIA Ladong pada Agustus 2019 lalu, mengaku belum juga bisa bekerja karena aspek kepastian hukum tentang agreement tata kelola lahan KIA hingga infrastruktur yang dinilai buruk.

Itu sebabnya, tepat pada bulan Mei 2020, Ismail keluar dari KIA Ladong da menarik seluruh alat kerja. Kata Ismail, selama sembilan bulan pihaknya merugi, karena tidak adanya aktivitas apapun di kawasan itu. 

Akibatnya Sehingga, PT Trans Continent mengalami kerugian hingga ratusan juta perbulannya.(*)