Breaking News

Didepan SRMT, Wali Nanggroe Minta Majelis Bahas Persoalan Politik dan Otsus

Didepan SRMT, Wali Nanggroe Minta Majelis Bahas Persoalan Politik dan Otsus

ACEHSTANDAR.COM - Wali Nanggroe Paduka Tgk Malik Mahmud Al Haythar secara resmi membuka kegiatan Sidang Raya Mejelis Tinggi (SRMT) yang dilaksanakan, Kamis pagi (25/11/2021). 

Sidang Raya Mejelis Tinggi atau SRMT tersebut diikuti oleh Majelis Tuha Peut, Majelis Tuha Lapan dan Majelis Fatwa.

Agenda SRMT yang mulai digelar dari tanggal 25 hingga 26 November 2021 ini adalah untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang, baik terkait internal seperti penguatan kelembagaan melalui reusam-reusam Wali Nanggroe, dan eksternal terkait peta jalan penyelesaian, pertanahan, lingkungan hidup, politik dan lainnya yang termaktub dalam MoU Helsinki.

Sebelum kegiatan tersebut dibuka secara resmi, Malek Mahmud menyampaikan arahan agar nantinya dapat dijadikan fokus perhatian dari masing-masing lembaga.  

"Untuk saat ini memang ada hal-hal yang patut menjadi atensi dan penting bagi kita semua, yaitu bagaimana caranya dalam masa sisa waktu hingga tahun 2027, pengelolaan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) Aceh benar-benar tepat sasaran dan efektif, sehingga mampu menyejahterakan rakyat Aceh," ujar Wali Nanggroe.  

Wali Nanggroe juga mengingatkan semua pihak agar bersatu, berembuk, untuk mencarikan formula dan melaksanakan serta mengawasi agar kelalaian-kelalaian yang terjadi selama ini tidak lagi terulang kembali.

"Mari secara bersama kita menelaah dan melahirkan opsi-opsi, rekomendasi untuk penyelesaian masalah-masalah yang ada di Aceh, sehingga kita dapat  teruskan atau memberi masukan kepada Pemerintah Aceh untuk di laksanakan kedepannya," harap Wali Nanggroe.  

Selanjutnya Wali Nanggroe mengakui, bahwa selama ini ada kelemahan- kelemahan pada penyelenggara pemerintahan di Aceh.  

"Karena itu ke depan kita harus fokus pada kepentingan Bangsa Aceh," ujar Wali Nanggroe.  

Ia juga mengingatkan sekaligus meminta agar kelemahan- kelemahan tersebut harus dijadikan perhatian bersama, sehingga tidak lagi terulang ke depannya.