Breaking News

Harga Pupuk Urea Bersubsidi Melambung 

Diduga Kios Pengecer Melakukan Permainan Terselubung

Diduga Kios Pengecer Melakukan Permainan Terselubung
ilustrasi pupuk urea bersubsidi

ACEHSTANDAR.COM - Harga pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Aceh Tenggara melambung tinggi, sehingga membuat para petani di bumi sepakat segenep sangat "terpukul". Harga jual pupuk urea bersubsidi di tingkat petani mencapai Rp180 ribu per zak. 

Selain harga yang sudah melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), diduga ada permainan sejumlah kalangan para kios pengecer kepada kelompok tani.

Dari hasil penelusuran acehstandar.com pada Kamis (8/7/2021), beberapa kalangan kios pengecer seperti di wilayah kecamatan Bambel, Lawe Sumur, Babul Rahmah dan beberapa kecamatan lain ada indikasi permainan terselubung oleh pihak kios pengecer.

Sedangkan modus operandi yang dilakukan oleh para kios pengecer tersebut yakni para oknum kios pengecer terlebih dahulu meminta uang kepada petani. Padahal pupuk urea bersubsidi tersebut belum ditebus dari pihak distributor yang sudah dipatok Rp180 ribu rupiah per zak. 

"Sedangkan jika petani tidak memberikan uang yang diminta oleh pihak kios pengecer, maka saat pupuk urea bersubsidi sampai di kiosnya langsung dialihkan kepada petani lainnya, modus operandi tersebut sudah berjalan sejak lama. Padahal kami sebagai petani nama kami  sudah terdaftar di kelompok tani dan seharusnya pupuk tersebut merupakan hak kami sebagai masyarakat petani. Namun Jika penebusannya terlambat maka pihak kios pengecer dengan sengaja mengalihkan kepada pihak lain, dengan mengambil keuntungan besar,"keluhnya.

Masyarakat sangat berharap kepada pihak pemerintah daerah maupun pihak pengawas pupuk dan pestisida harus bisa memberikan tindakan tegas terhadap semua kios nakal.

"Karena permainan terselubung sudah berjalan sejak lama, tapi tidak ada tindakan tegas dari pihak berwenang,"ujar sumber media ini. (*)

AS
Ampon Bram