Breaking News

Difitnah soal Donasi Palestina, UAH Siap Lapor Bareskrim

Difitnah soal Donasi Palestina, UAH Siap Lapor Bareskrim
Ustaz Adi Hidayat (UAH) (Foto: YouTube Ustaz Adi Hidayat)

ACEHSTANDAR.COM - Nama Ustaz Adi Hidayat (UAH) ramai diperbincangkan belakangan ini usai beredar fitnah yang menyebutkan dirinya tidak amanah terkait penggalangan donasi untuk Palestina. Pihak UAH siap melaporkan sejumlah pihak yang menyebarkan fitnah itu ke Bareskrim.

"Mengenai laporan hukum. Pihak UAH akan melaporkan pihak-pihak yang secara terbuka melakukan fitnah. Laporan hukum sedang disiapkan untuk dimasukkan ke Bareskrim Polri, bukti-bukti sudah dikumpulkan. Diharapkan hal ini menjadi pembelajaran bagi publik bahwa fitnah kepada siapa pun tidak bisa dibiarkan apalagi dibenarkan," kata Sekjen Pengurus Besar Ikatan Abituren Darul Arqam Muhammadiyah Garut (IKADAM), Fahd Pahdepie, dalam keterangan tertulis, Senin (31/5/2021).

Fahd mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak terkait rencana pelaporan ini. Dia berharap kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi publik.

"Pihak UAH sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan lembaga negara terkait untuk meneruskan pelaporan kasus hukum ini. Sampai saat ini berbagai pihak termasuk ormas, lembaga, maupun individu terus memberikan dukungan untuk UAH," ujar Fahd.

Fahd lantas menjelaskan secara rinci mengenai penyaluran donasi yang sudah terkumpul. Donasi itu, kata Fahd, diserahkan kepada sejumlah lembaga di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan International Network for Humanitarian (INH).

"Bahkan penyerahannya diserahkan langsung di hadapan Dubes Palestina dan disiarkan secara publik. Pihak UAH tidak mengambil sedikitpun untuk alasan apa pun," kata Fahd.

Selain itu, sambung Fahd, rekening yang digunakan juga merupakan rekening resmi yang dapat disupervisi. Pihak UAH menegaskan siap untuk diaudit.

"Rekening yang digunakan adalah rekening resmi yang bisa disupervisi Bank Syariah Indonesia (BSI), milik Yayasan Ma'had Islam Rafi'ah Akhyar (MIRA) yang sudah diaudit secara publik oleh Kantor Akuntan Publik terpercaya. Pihak UAH terbuka untuk dilakukan audit oleh KAP atau pihak yang lain," kata Fahd.

"Donasi masih dibuka melalui rekening Yayasan MIRA yang dikhususkan untuk penggalangan Palestina saja. Dana dari jamaah ini akan disalurkan melalui lembaga-lembaga terpercaya. Pihak UAH sudah berkoordinasi dengan berbagai lembaga seperti Lazis Muhammadiyah, Baznas RI, dan lainnya. Semua akan dilaporkan secara publik. Terbuka untuk diaudit," sambung dia.

Lebih lanjut, Fahd menilai ada yang lebih besar dari sekedar fitnah yang menyerang UAH. Menurut Fahd, media sosial saat ini sudah disesaki dengan dengan narasi kebencian dan adu domba.

"Polemik UAH ini adalah pintu masuk dan momentum yang bagus untuk kita bersama-sama memperbaiki polarisasi ini. Narasi kebencian, kategorisasi kelompok, orang yang gemar melakukan pecah belah di media sosial, harus kita perangi bersama," tutur dia.

Sumber:Detik.com