Breaking News

Direktur Aset BPKS: Saya Tidak Pernah Jual Tanah Timbun dan Beri Izin Kepada Pelaku Penggalian

Direktur Aset BPKS: Saya Tidak Pernah Jual Tanah Timbun dan Beri Izin Kepada Pelaku Penggalian
Direktur Aset BPKS Audy Juliandra

ACEHSTANDAR.COM - Direktur Aset Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Audy membantah dirinya menjual tanah timbuh dan memberi izin kepada warga Jurong Iboih, Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, untuk penimbunan lokasi perhotelan dan laut.

"Saya tertipu oleh salah seorang warga Jurong Iboih, yang mengambil tanah dan batu di lahan tanah milik BPKS, dan perlu saya sampaikan bahwa saya tidak pernah memberi izin apalagi menjual tanah ke pengusaha perhotelan di taman wisata Ujong Paneuh," kata Audy mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya, terkait pengambilan tanah milik BPKS yang di kawasan wisata Pantai Ujong Paneuh,  Rabu (16/06) di Sabang.

Audy menjelaskan, sebelumnya salah seorang warga Jurong Iboih, Tarmizi menghubungi dirinya untuk membersihkan pinggiran tingkungan jalan yang kerap terjadi kecelakaan lalulintas, mengingat hal itu untuk keselamat umum maka, ia mengiyakan dengan ketentuan hanya menggeser batu yang sedikit menghalangi pandangan bagi pengendara.

"Memang ada yang menelpon saya dia mengaku nama Tarmizi, untuk meminta izin mengambil batu yang berada di salah satu tikungan tajam dan kerap terjadi kecelakaan lalulintas. Tetapi saya tidak pernah memberi izin mengambil tanah dan batu yang lain untuk dijual, jadi saya tertipu  oleh Tarmizi," ungkap Audy.

Lebih lanjut Audy menuturkan, bahwa ketika di telepon oleh Tarmizi dirinya sedang dalam isolasi mandiri jadi tidak melihat langsung pembersihan yang katanya hanya untuk membebaskan pandangan, sesuai permintaan oleh Tarmizi.

Setelah selesai isolasi mandiri dan saya masuk kantor baru tau bahwa pembersihan yang dilakukan oleh Tarmizi bukan hanya menggeser batu yang menjadi penghalang pandangan akan tetapi jauh ke dalam sudah diambil tanah milik BPKS itu.

"Saya baru tau setelah masuk kantor usai isolasi mandiri, itu pun diberitahukan oleh pimpinan bahwa ada tanah milik BPKS yang mengambil yang diduga dijual untuk menimbun lahan perhotelan dan batunya ditimbun laut. Kemudian saya mengkonfirmasi saudara Tarmizi, apabila masalah ini tersangdung hukum dia itu harus bertanggung jawab," katanya.

Ia mengatakan yang perlu dirinya klarifikasi disini adalah  tidak penah memberi izin dan menjual tanah milik BPKS dan yang dilakukan itu diluar pengetahuan dia.

Kepada awak media ini Audy juga meminta maaf karena tidak mengangkat handphone saat dihubungi karena  sedang rapat.

"Sekali lagi saya sampaikan bahwa saya tidak pernah memberi izin apalagi menjual tanah milik BPKS. Saya juga meminta maaf kepada awak media karena beberapa kali menghubungi saya tidak saya angkat handphone dikarena sedang rapat dan tidak menghubungi kembali setelah rapat selesai," terangnya.(Redaksi).

AS