Breaking News

Edhy Prabowo Diminta Bayar Uang Pengganti Suap Benur Rp10,7 M

Edhy Prabowo Diminta Bayar Uang Pengganti Suap Benur Rp10,7 M
Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp10,7 miliar dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan dalam kasus suap izin ekspor suap benih lobster (benur). (FOTO: ANTARA)

ACEHSTANDAR.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp9,6 miliar dan US$77 ribu atau Rp1,1 miliar dengan memperhitungkan uang yang telah dikembalikan dalam  kasus suap izin ekspor suap benih lobster (benur).

Apabila tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan inkrah, maka harta benda Edhy disita dan dilelang untuk menutupi uang tersebut.

"Dalam hal terdakwa tidak punya harta benda untuk menutupi uang pengganti, maka dipidana selama dua tahun," kata ketua majelis hakim Albertus Usada saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/7).

Dalam pertimbangan menjatuhkan putusan, hakim mengungkapkan hal yang memberatkan yakni perbuatan Edhy tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Selain itu, Edhy selaku menteri kelautan dan perikanan tak memberikan teladan yang baik hingga telah menggunakan hasil tindak pidana korupsi.

Sementara hal meringankan, Edhy dianggap berlaku sopan selama pemeriksaan di persidangan, belum pernah dihukum, dan sebagian harta benda terdakwa yang diperoleh dari tindak pidana korupsi telah disita. 

Politikus Partai Gerindra itu divonis 5 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsidair enam bulan kurungan penjara. Ia telah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Tipikor.

Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Jaksa menuntut Edhy dengan pidana lima tahun penjara dan denda sebesar Rp400 juta subsider enam bulan kurungan.

 

Sumber:CNNIndonesia
AS
Ampon Bram