Breaking News

Fasilitas Ulee Lheue Park Jadi Sorotan, Jembatan "Abu Nawas” Warnai Objek Wisata

Fasilitas Ulee Lheue Park Jadi Sorotan, Jembatan "Abu Nawas” Warnai Objek Wisata
Kerusakan fasilitas jembatan di di pusat kuliner dan wisata Ulee Lheue Park. (FOTO: IKHSAN)

ACEHSTANDAR.COM - Ulee Lheue Park, merupakan bangunan baru yang berdiri di lokasi pantai wisata Ulee Lheue, Kota Banda Aceh. Berdasarkan catatan yang dimiliki media ini, bangunan yang dijadikan sebagai tempat objek wisata sekaligus pusat kuliner tersebut diresmikan pada Kamis (4/2/2021) lalu oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.

Saat itu, Aminullah mengatakan Ulee Lheue, akan menjadi ikon wisata Banda Aceh. Karena selain taman kuliner, Pemko juga akan terus membangun fasilitas pendukung lainnya dalam rangka mengembangkan kawasan tersebut sebagai salah-satu destinasi favorit di ibukota provinsi. Namun kini, fasilitas tersebut terlihat sudah banyak rusak.

Bukti nya, lihat saja fasilitas yang belum setahun diresmi itu mulai rusak. Bahkan objek wisata itupun diwarnai oleh "jembatan Abu Nawas". Sehingga publik mempertanyakan apakah fasilitas yang telah dibangun pemerintah tanpa adanya penjagaan untuk mengawasi agar fasilitas yang telah dihadirkan tetap terurus.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meresmikan Ulee Lheue Park, Kamis (4/2/2021) (Foto: Humas Pemko Banda Aceh)

Seharusnya, Pemerintah melalui Dinas terkait seperti Dinas Pariwisata agar meningkatkan penjagaan, pengawasan, dan pemeliharaan terhadap fasilitas di pusat kuliner dan wisata Ulee Lheue Park.

Anggota DPRK Banda Aceh juga sempat menyoroti pembangunan pusat kuliner dan wisata Ulee Lheue Park tersebut, mereka para wakil rakyat sempat melakukan peninjauan langsung pada Rabu (02/06/2021) lalu. Dalam kunjungan itu hadir Seketaris Komisi III, Irwansyah, anggota Komisi III Royes Ruslan, dan Wakil Ketua Komisi II, Devi Yunita.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi III Irwansyah mengatakan, usai mendapatkan laporan warga terkait kerusakan fasilitas tersebut pihaknya lansung berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera memperbaikinya dan melanjutkannya dengan meninjau langsung ke lokasi.

“Kami selalu menyampaikan agar publik terlibat dalam pembangunan dan merawat Kota Banda Aceh salah satunya dengan memberikan laporan- laporan lewat media social dan sarana media lainnya. dan hari ini kami menindaklanjuti laporan itu dan mengajak dinas terkait untuk melihat langsung lokasi. Setelah kita pastikan memang ada kerusakan di jalur jalan kaki di Ulee Lheue Park ini,” kata Irwansyah.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan rakyat Kota ( DPRK) Banda Aceh Irwansyah (dua kiri) dan Royes Ruslan (kiri) melihat kondisi sarana dan prasarana tempat wisata Ulee Lheue Park bersama pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Banda Aceh di Ulee Lheu, Banda Aceh, Rabu (2/6/2021). Kunjungan Komisi III DPRK Banda Aceh ke lokasi wisata itu dalam rangka menindaklanjuti laporan warga tentang kerusakan yang terjadi di wahana Ulee Lheue Park. Dok Humas DPRK Banda Aceh/Yanda.

Menurut Irwansyah, belajar dari kerusakan jembatan ini ke depan perlu ditingkatkan penjagaan terhadap aset yang telah ada. Penjagaan aset merupakan hal yang penting agar tidak dilakukan penyalahgunaan fungsi. 

Senada dengan Irwansyah, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Banda Aceh, Devi Yunita, menyarankan Dinas Pariwisata agar meningkatkan penjagaan, pengawasan, dan pemeliharaan terhadap fasilitas di pusat kuliner dan wisata Ulee Lheue Park.

“Kalau tidak ada pengawasan rasanya belum maksimal karena itu perlu penjagaan. Jika tidak dilakukan dengan baik maka pergerakan perekonomian di sekitar ini tidak akan meningkat, jadi kami minta kepada kadis agar meningkatkan pengawasan,” kata Devi Yunita.  

IKHSAN