Breaking News

Gedung Pers Simeulue Terbengkalai, Semoga Tidak Menjadi Hunian Nyamuk

Gedung Pers Simeulue Terbengkalai, Semoga Tidak Menjadi Hunian Nyamuk
Gedung Pers Simeulue terbengkalai sejak dibangun tahun 2018 dengan sumber Dana Otonomi Khusus Aceh (Doka) senilai Rp 1,5 miliar. (Foto Ist)

ACEHSTANDAR.COM  - Usai dibangun pada tahun 2018 silam, kondisi Gedung Pers Simeulue hingga saat masih tetap terlihat megah sekaligus juga memperihatinkan.

Pasalnya hingga saat ini keberadaan bangunan dua lantai tersebut terlihat belum pernah digunakan alias terbengkalai.

"Semoga gedung pers yang terlihat mewah ini kedepan tidak menjadi sarang nyamuk. Kendati wartawan sendiri kerap dijuluki sebagai nyamuk pers," kata seorang pekerja pers di Simuelue.

Padahal dari awal gedung Pers itu diharapkan oleh pemerintah bisa menjadi tempat berkoordinasi dan berkantornya para pekerja pers di Simeulue.

Tetapi kini justeru menjadi bangunan telantar, padahal dana yang dikeluarkan membangun gedung ini tidak sedikit yakni senilai Rp 1,5 miliar yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (Doka).

Informasi telantarnya Gedung Pers di pulau terluar, Simeulue dibenarkan Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, SE, M.Si yang mengutip laporan para pekerja pers di Kabupaten pulau tersebut.

“Sudah saya pastikan kebenaran laporan itu dari Ketua Balai Wartawan Simeulue, Al Ashab, S.IP. dia juga membenarkan bahwa gedung Pers disana belum di fungsionalkan,” ungkap Tarmilin kepada AcehStandar.com, Minggu (6/6/2021).

Mengutip pernyataan Ketua Balai PWI Kabupaten Simeulue, Al Ashab, Ketua PWI Aceh, Tarmilin  mengatakan, meskipun telah dilakukan permohonan kepada Bupati Simeulue dan Ketua DPRK Simeulue agar dilakukan penataan halaman, terutama akses jalan masuk ke gedung pers tersebut.

"Kita sudah usulkan kepada pak Bupati dan Ketua DPRK supaya halaman dan jalan ke gedung pers ini dapat kita benahi," katanya.

Gedung Pers Simeulue yang dibangun pada tahun 2018 silam oleh Pemerintah Aceh melalui program Dana Otonomi Khusus Aceh (Doka) Tahun Anggaran 2018, dengan nilai Rp 1,5 Milyar melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh.

Diungkapkan oleh Al Ashab, bahwa hingga saat ini status kepemilikan bangunan tersebut belum diketahui apakah menjadi aset Pemerintah Aceh atau telah diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Simeulue.

“Kalangan wartawan yang bertugas di Kabupaten Simeulue berharap agar bangunan Gedung Pers tersebut bisa difungsikan sehingga aktivitas Pers di Simeulue bisa berjalan lebih maksimal,” kata Al Ashab.

Selain itu Al Ashab juga mengatakan keberadaan gedung pers tersebut sangat diharapkan untuk menjadi tempat berkumpulnya insan pers untuk mendukung Pemda menjalankan pembangunan daerah.

Selain itu gedung pers tersebut menjadi tempat silaturrahmi dan diskusi antara wartawan dan kalangan pejabat penting di Simeulue serta kalangan masyarakat umum.