Breaking News

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Emas di Banda Aceh

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Emas di Banda Aceh
Persidangan perkara dugaan memperdagangkan emas murni yang tidak sesuai kadar di PN Banda Aceh, Rabu 3 November 2021. [Foto:Ikhsan]

ACEHSTANDAR.COM - Majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh menolak nota keberatan atau eksepsi terdakwa Sunardi dan penasihat hukumnya terkait dengan perkara dugaan memperdagangkan emas murni yang tidak sesuai kadar.

Hakim mengungkapkan sejumlah alasan, salah satunya surat dakwaan jaksa penuntut umum sudah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Mengadili, menyatakan keberatan penasihat hukum tidak diterima, memerintahkan sidang dilanjutkan,” ujar hakim ketua Nani Sukmawati saat membacakan putusan sela di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (3/11/2021).

Kuasa hukum terdakwa Sunardi dari kantor RAN Advocates Razman Arif Nasution, Teguh mengatakan, dengan tidak diterimanya eksepsi tersebut, pihaknya akan bersiap masuk ke tahap pembuktian dalam persidangan nanti.

“Putusan hakim menolak putusan sela, jadi melanjutkan ke pokok perkara, artinya akan masuk ke tahap pembuktian, pembuktian saksi, surat, semua bukti-bukti yang kita miliki kita adu di persidangan,” kata Teguh.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga menyampaikan Kajati Aceh belum memproses permohonan kuasa hukum agar menggantikan jaksa penuntut umum, Rahmadani.

“Laporan kita ke pihak Polda Aceh sudah ada tindakan tegas, sementara laporan kita soal Jaksa Rahmadani sampai sekarang menurut hemat kami tidak ada tindak lanjut,” katanya.

Kuasa hukum terdakwa Sunardi dari kantor RAN Advocates Razman Arif Nasution, Teguh [Foto:Ikhsan] 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi yang diajukan kuasa hukum Sunardi, terdakwa pemilik toko emas di Banda Aceh, yang diduga tidak sesuai dengan kadarnya.

Hal itu disampaikan JPU, Rahmadani saat membacakan kesimpulan tanggapan atau replik atas eksepsi Sunardi dan kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (2/11/2021).

Sidang tersebut dipimpin Nani Sukmawati bersama dua hakim anggota masing-masing, Elviyanti dan Hasanuddin.

"Kami penuntut umum memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan memutuskan; menolak eksepsi yang diajukan oleh tim penasihat hukum terdakwa," kata Rahmadani dalam sidang tersebut.

Dalam perkara tersebut, kata dia, JPU berpendapat bahwa surat dakwaan yang telah mereka baca sebelumnya telah memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHP.

Sehingga, tambah Rahmadani, eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tidak dapat dipertimbangkan dan harus dikesampingkan, karena telah menyimpang dari ketentuan Pasal 156 ayat (1) KUHP.

Rahmadani juga meminta majelis hakim untuk memutuskan surat dakwaan yang telah JPU bacakan adalah sah dan telah memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHP.

"Memohon majelis hakim untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap perkara Sunardi," demikian Rahmadani. []