Breaking News

Indomaret Berkembang Pesat di Agara, Pedagang Kecil Menjerit

Indomaret Berkembang Pesat di Agara, Pedagang Kecil Menjerit
Salah satu fasilitas Indomaret yang baru dibuka di Aceh Tenggara

ACEH TENGGARA -  Kalangan pengusaha asongan dan pedagang tradisional saat ini mengalami penurunan omzet penjualan. Ini terjadi disebut- sebut karena perkembangan Indomaret berkembang pesat di Aceh Tenggara.

"Sepertinya Aceh Tenggara menjadi lahan empuk terhadap perkembangan Indomaret,"ujar salah seorang pedagang kecil kepada acehstandar.com, pada Sabtu (20/3/2021).

Dengan begitu subur nya Indomaret  didaerah ini, pedagang mengaku menjadi sebuah tantangan sebagai pedagang tradisional. Sebab selama ini masyarakat luas khususnya masyarakat Agara dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selalu membelanjakan uang nya kepada pedagang tradisional.

"Namun sayang begitu banyak Indomaret berkembang saat ini omzet penjualan kami jauh' berkurang,"paparnya.

Itu sebabnya, pedagang kecil di daerah sepakat segenep meminta kepada Pemerintah Aceh Tenggara dalam hal ini Bupati Agara H Raidin Pinim, untuk bisa mengambil langkah tegas dan tepat terhadap izin Indomaret.

"Kami juga berharap supaya Pemerintah daerah, haruslah berpihak kepada pedagang kecil seperti kami ini,"harap mereka yang tidak ingin namanya dipublis.

Berdasarkan hasil investigasi acehstandar.com, soal harga bisa lebih murah di Indomaret, karena pasokan barang ke Indomaret langsung dari perusahaan pabrik ke Indomaret, sehingga harga lebih murah, dan para pedagang tradisional maupun pedagang kecil menduga bahwa ada unsur monopoli.

Sementara pada sisi lain, pengamat kebijakan publik Provinsi Aceh Nasrul Zaman MKS ketika dimintai tanggapan terhadap suburnya pertumbuhan Indomaret kepada acehstandar.com mengaku sangat menyayangkan hal ini, dengan banyaknya Indomaret di Agara tentu pedagang tradisional mengalami imbasnya, salah satu omzet penjualan mereka berkurang.

"Seharusnya Pemerintah setempat berpihak kepada pedagang kecil bukan malahan mengorbankan mereka,"sebutnya.

Nasrul juga menyampaikan Pemerintah Agara sudah jauh dari cita-cita dalam bentuk untuk menguatkan ekonomi rakyat. Karena Indomaret dan sejenisnya adalah bentuk kapitalisme yang menghancurkan usaha kecil warga di daerah. Ini disebabkan karena di Indomaret tersebut tidak dibolehkan masuk hasil produk UMK masyarakat di etalase mereka.

Nasrul Zaman menambahkan, Kalaupun sangat terpaksa Indomaret harus ada didaerah setempat,  maka sebaiknya Pemerintah Aceh Tenggara harus membatasi pertumbuhan Indomaret tersebut, seperti lokasi Pusat kota Kutacane saja, tidak boleh sampai ke kecamatan.

"Akibatnya warung warga yang selama ini mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat hasil pendapatan nya untuk biaya hidup dalam keluarga dan untuk biaya sekolah anak sekolah dan berobat," tuturnya.

HIDAYAT