Breaking News

Kadisdik Aceh: Lulusan SMK Harus Fokus Menjadi Tenaga Kerja Terampil

Kadisdik Aceh: Lulusan SMK Harus Fokus Menjadi Tenaga Kerja Terampil

BANDA ACEH - Pendidikan kejuruan harus fokus mempersiapkan lulusan menjadi tenaga kerja terampil yang dapat bersaing di dunia industri dan dunia kerja (IDUKA).

Mempersiapkan lulusan harusn menjadi hal utama sehingga dapat mengisi berbagai bidang di industri nasional dan internasional. 

Selain dapat berwirausaha dan membuka usaha baru sehingga dapat menghidupkan industri kecil dan menengah yang ada di Aceh.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM, pada saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 202

Kegiatan Rakor tersebut digelar sejak 30 Maret hingga 2 April 2021 bertempat di Oasis Hotel Banda Aceh,Selasa (30/3/2021) malam.

“Selain penerapan kurikulum yang tepat, Bursa Kerja Khusus (BKK) juga memiliki peran yang besar untuk memastikan setiap lulusan mendapat akses terhadap industri dan menjalin hubungan yang dapat merespon dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SMK,” katanya.

Alhudri mengatakan pihaknya mengapresiasi dan mendukung program yang telah dilaksanakan oleh SMK yang langsung menempa kemampuan peserta didik. 

Untuk melatih kemampuan siswa, pihaknya bertekad untuk menambah jumlah mobil praktik siswa atau yang dikenal dengan Program Mobile Training Unit (MTU) yang nantinya dapat mengunjungi seluruh SMK di Aceh.

Menurut mantan Kadissos Aceh ini, pada masa pandemi Covid-19 tantangan pembelajaran di SMK semakin berat, sehingga membutuhkan kreatifitas kepala sekolah untuk beradaptasi sesuai kebutuhan IDUKA.

Oleh karena itu katanya kurikulum SMK Aceh disamping mendekatkan kebutuhan dunia usaha dan industri dengan dengan lulusan.

"Nah, kurikulum ini juga dapat mendorong peserta didik menjadi wirausahawan yang mampu bersaing diera digital,” tuturnya.

Masih kata Alhudri, MKKS SMK merupakan wadah bagi kepala sekolah dalam memberikan pemikiran-pemikiran strategis untuk pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan kejuruan. Selain juga untuk menyebarluaskan informasi kebijakan Dinas Pendidikan Aceh kepada warga sekolah lainnya.

”Kurikulum SMK Aceh telah hadir dengan kurikulum K-13 yang berstandar nasional dan Kurikulum Edu Techno Preneur Islami yaitu pendidikan berbasis teknologi dan kewirausahaan yang  islami," ujarnyan.

Kegiatan katanya telah dijalankan selama ini agar dapat dievaluasi letak kelemahannya sehingga dapat diperbaharui juga mempercepat proses revitalisasi SMK menuju SMK pusat keunggulan (centre of excellence), ungkapnya.

Untuk Meningkatkan Kualitas Lulusan SMK Aceh

Sementara Kabid Pembinaan SMK, Azizah, M.Pd mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, yaitu untuk menyelesaikan permasalahan sertifikasi profesi guru dan guru Non PNS, merencanakan penganggaran dan program kegiatan, menyelesaikan masalah perizinan pembukaan kompetensi keahlian, mendiskusikan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai wadah bagi penempatan kerja lulusan SMK.

“Pada gelombang yang pertama ini jumlah pesertanya 30 orang, yang merupakan perwakilan MKKS SMK Provinsi Aceh dan perwakilan MKKS SMK kabupaten/kota se-Aceh. Sehingga dalam kegiatan ini dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi lulusan SMK Aceh,” demikian tutup Kabid Pembinaan SMK, Azizah, M.Pd.