Breaking News

Kasus Video Viral Oknum Satpol PP Sabang Tampar Masyarakat Akhirnya Didamaikan 

Kasus Video Viral Oknum Satpol PP Sabang Tampar Masyarakat Akhirnya Didamaikan 
Kasatpol-PP Kota Sabang Irfani, S.Sos menyalami Anwar, korban kekeraaan oknum Satpol-PP usai melakukan perdamaian, Rabu (26/05).

ACEHSTANDAR.COM - Kasus kekerasan terhadap masyarakat Pedagang Kali Lima (PKL) yang dilakukan oleh oknum personil Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol-PP) Kota Sabang, akhirnya kedua belah pihak menempuh jalan damai di Kantor Satpol-PP Kota Sabang, Jalan Agus Salim, Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya, Kota Saban, Provinsi Aceh.

Informasi yang diperoleh media Rabu, 26 Mei 2021 menyebutkan, proses perdamaian antara pelaku dengan korban kekerasan sendiri dilakukan melalui perangkat Gampong, seperti Tuha Peut termasuk Bhabinkamtimas dan Bintara Binaan Desa (Babinsa).

Kasatpol-PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Sabang Irfani, S.Sos kepada awak media mengatakan, persoalan yang sempat viral tersebut telah diselesaikan dengan saling memaafkan antara korban saudara Anwar dengan anggota Satpol-PP Faisal.

"Sudah tidak ada masalah lagi karena pada Rabu 26 Mei 2021 bertempat di kantor Satpol-PP sudah dilakukan perdamaian dengan saling memaafkan, kemudian sesuai adat istiadat orang Aceh, pihak korban yakni saudara Anwar, akan dilakukan Peusijuk atau Tepung Tawar," kata Kasatpol PP Sabang, Irfani, S.Sos.

Diterangkan, usai dilakukan perdamaian kemudian disepakati kedua belah pihak, agar tidak ada saling menuntut secara hukum dan bersedia mengakhiri permasalahan yang telah terjadi itu secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah pada hari kita bersyukur kedua belah pihak sudah tidak ada persoalan lagi dan sepakat berdamai secara kekeluargaan dan tentunya tidak saling tuntut-menuntut secara hukum ,"terangnya.

Saat terjadi keributan antara Anwar dengan anggota Satpol-PP Faisal

Pun begitu tegas Irfani, sebagai lembaga penegak Peraturan Daerah (Perda), meskipun perdamaian dan saling memaafkan namun, sanksinya tetap diterapkan kepada pelaku dalam hal ini personil Satpol-PP saudara Faisal, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor, 53.

"Permasalahan kedua belah pihak sudah selesai dengan damai namun, kepada personil Satpol-PP sebagai pelaku tetap saja diberi sanksi sesuai Peraturan Pemerintah No.53, dengan sanksi pelaku dikarantinakan serta untuk sementara tidak diikutkanserta tugas lapangan,"ungkapnya.

Sementara itu, Anwar korban kekerasan menyebutkan dirinya mengakui bahwa pada saat kejadian bersalah karena mejajakan barang jualannya dilapak liar dan sudah sempat beberapa kali diingatkan petugas Satpol-PP.

"Memang saya juga salah karena berjualan ditempat yang dilarang, namun semua itu sudah terjadi. Pun demikian saya memaklumi atas insiden tersebut," sebut Anwar, pria 42 tahun yang berprofesi dan petani ini.

Menurut Anwar, dirinya berjualan di tempat tersebut dikarenakan kondisi yang membuatnya, dimana lokasi atau lapak tempat ia berjualan selama ini kurang laku bahkan tidak ada pembeli, sehingga membuatnya berjualan di tempat yang dilarang.

Seperti      diberitakan media ini sebelumnya aksi arogansi oknum personil Satpol-PP Kota Sabang menampar masyarakat yang hendak berjualan sempat heboh setelah viral di media sosial (medsos).

Dari peristiwa yang mencoret nama lembaga baju abu-abu ini, muncul beragam tulisan hujatan dari netizen. Keprihatinan qarga net sangat beralasan karena melihat video yang beredar  bahwa ada sosok personil Satpol-PP yang kasar menampar masyarakat.

Amatan media sulitnya ditata pedangang kaki lima di pusat pasar tradisional Kota Sabang, juga diakibatkan ada sejumlah pedagang bermodal besar kini tidak lagi membuka jualannya di pasar, melainkan menyewa toko sebagian jalan Perdagangan, dampak dari hal tersebut masyarakat kecil yang berjualan di pusat pasar tidak laku lagi.

JALAL