Breaking News

Kejagung Periksa Dirut Recapital Asset Management Atas Dugaan Korupsi PT Asabri

Kejagung Periksa Dirut Recapital Asset Management Atas Dugaan Korupsi PT Asabri
Gedung Asabri

ACEHSTANDAR.COM  - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus mendalami dugaan Tindak Pidana  Korupsi (Tipikor) pada PT. Asabri.

Kali ini Tim Jaksa Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap FP selaku Direktur Utama PT. Recapital Asset Management.

"FP merupakan Direktur Utama PT. Recapital Asset Management. Dia (FP) sebagai saksi diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI)," ungkap Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan tulis yang diterima AcehStandar.com, Senin (7/6/201).

Selain FP, terdapat dua saksi lain yang diperiksa penyidik yakni FB selaku mantan Fund Manager PT. Kharisma Asset Management 2010-2016 dan mantan Direktur PT. Pool Advista Aset Manajemen 2016-2020.

FB diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI) dan TS selaku Wiraswasta. Saksi diperiksa terkait klarifikasi soal blokir SID.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan untuk kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana  korupsi yang terjadi pada PT. Asabri," tutur Leonard Eben Ezer Simanjuntak.

Sejauh ini kata Eben, Jampidsus Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. 

Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008 -Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Merugikan negara Rp 22,73 T

Selanjutnya juga telah diperiksa Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. 

"Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya," ujar Eben.

Sebelumnya kasus ini pun telah resmi diumumkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) merugikan merugikan keuangan negara mencapai Rp 22,73 triliun.

Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.