Breaking News

Ketua KPK: Hanya dengan Pendidikan, Bangsa Ini Bisa Lepas dari Kemaksiatan, Termasuk Korupsi

Ketua KPK: Hanya dengan Pendidikan, Bangsa Ini Bisa Lepas dari Kemaksiatan, Termasuk Korupsi
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menilai, Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini, bukan diperingati dengan sekadar mengenang jasa pahlawan pendidikan di masa lalu.

Tapi juga, dengan menerapkan nilai-nilai perjuangan mereka dalam tekad dan upaya kuat mencabut benih-benih kebodohan yang ditanamkan penjajah pada ladang pemikiran bangsa Indonesia. 

"Kita semua tentunya sependapat bahwasanya sejarah Ki Hadjar Dewantara telah memberikan banyak tauladan akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan kemajuan bangsa ini," ujar Firli dalam keterangan tertulis, Minggu (2/5).

Eks Kapolda Sumatera Selatan ini mengingatkan, tak ada hukuman yang lebih menyedihkan dari terpenjara kebodohan. Kebodohan merupakan akar atau jurang kemiskinan dan kemaksiatan.

"Hanya dengan pendidikanlah, bangsa ini dapat terlepas dari beragam belenggu kemaksiatan, salah satunya korupsi dan perilaku koruptif yang telah menggurita di republik ini," tuturnya.
 
Diingatkan mantan Kabaharkam Polri ini, pendidikan punya peran yang sangat penting dalam kehidupan bangsa. Pendidikan menjadi urat nadi dan elemen vital dalam upaya membangun karakter serta integritas bangsa.

Bahkan, sambung Firli, pendidikan adalah salah satu senjata yang paling ampuh yang bisa digunakan untuk mengubah dunia. Karena itulah, KPK memasukkan pendidikan sebagai salah satu national interest dalam road map 2011-2023.

"Bukan hanya itu, KPK juga menempatkan pendidikan sebagai strategi pertama dari 3 strategi pemberantasan korupsi lainnya, yang menjadi core bussiness KPK," jelas Firli.

Dengan menggunakan jejaring pendidikan formal maupun non formal mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi, KPK telah memasukan unsur dan nilai-nilai pendidikan anti korupsi kepada masyarakat.

Hal itu, untuk membentuk dan menjaga karakter serta integritas setiap anak bangsa agar lepas dan tidak terpengaruh laten korupsi yang telah berurat akar di republik ini.

"Mari tanamkan selalu nilai-nilai anti korupsi dalam setiap pendidikan di republik ini, agar cita-cita merdeka dari laten korupsi, dapat segera raih dan wujudkan di bumi pertiwi," tandasnya.

Sumber:RM.id