Breaking News

Kode Nia Ramadhani dan Supir untuk Beli Sabu Mirip di Film Ini

Kode Nia Ramadhani dan Supir untuk Beli Sabu Mirip di Film Ini
Nia Ramadhani. Foto: Instagram @niaramadhani

ACEHSTANDAR.COM -Polisi mengaku kesulitan untuk mengungkapkan sosok pemasok sabu-sabu untuk Nia Ramadhani. Hal tersebut disebabkan sistem transaksi yang digunakan oleh pengedar dan Nia.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Indrawienny Panjiyoga menyebutkan jika Nia dan pengedar tak bertemu secara langsung saat mengambil narkoba tersebut.

Ada kode 'tempel' di mana paketan sabu-sabu itu disembunyikan di suatu tempat dan mereka pun harus mengambilnya sendiri.

"Sopir dari Saudara NR yang mengambil barang tersebut. Jadi barang ini tidak langsung bertemu dengan pengendarnya, melainkan barang itu ditaruh di suatu tempat, istilahnya ditempel," kata Indrawienny Panjiyoga pada Sabtu (10/7).

Ia pun menyebut hingga saat ini pihak kepolisian masih mencoba untuk mengungkap identitas sang pemasok narkoba tersebut.

"Rekan-rekan kami yang di lapangan juga masih melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan dapat mengungkap atau menangkap siapa pengedar barang tersebut ke tiga tersangka yang sudah kami amankan," jelas Panjiyoga.

Jika merunut pada keterangan polisi, modus yang dilakukan sang pengedar sebenarnya mirip dengan apa yang dibahas di dalam film Jakarta, City of Dreamers (Jakarta vs Everybody) yang disutradarai oleh Robby Ertanto.

Pada cuplikan trailer film tersebut tampak Dom (yang diperankan Jefri Nichol) menjadi seorang kurir narkoba dan bawahan dari Pingkan (Wulan Guritno). Sistem yang digunakan oleh mereka adalah Dom harus menaruh narkoba di tempat tersembunyi dan memberikan kode Jakarta pada tiap titik tersebut.

Film tersebut harusnya tayang di bioskop pada 24 Juni, namun akibat pandemi COVID-19 yang kian meningkat penayangannya pun terpaksa diundur seperti yang diunggah oleh salah satu bintangnya, Wulan Guritno, di instagram.

"PENUNDAAN PENAYANGAN @jakartavseverybody.film EVERYBODY VS COVID. Merespons situasi yang terjadi pada saat ini, tentang meningkatnya penyebaran Covid-19. Serta aturan pembatasan yang telah diberlakukan pada beberapa kota, maka dengan berat hati kami memutuskan menunda penayangan film JAKARTA VS EVERYBODY sampai dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan," tulis Wulan Guritno.

Sumber:detik.com
AS
Ampon Bram