Breaking News

Mengejutkan, Hasil Survei CISA Soal  RKUHP. Ada pasal Penghinaan Terhadap Presiden

Mengejutkan, Hasil Survei CISA Soal  RKUHP. Ada pasal Penghinaan Terhadap Presiden
Ilustrasi

ACEHSTANDAR.COM  - Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) mendapatkan sorotan keras oleh berbagai pihak.

Pasalnya, RKUHP itu mengandung pasal penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden serta lembaga negara seperti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di dalamnya.

Sontak Lembaga Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) melakukan survei dalam kategori persentase persepsi publik terhadap RKUHP.

Dalam survei itu masyarakat tidak setuju dengan RKUHP tentang pasal penghinaan lembaga negara mencapai 85,28 persen.

Untuk masyarakat yang setuju hanya menyentuh angka 11,17 persen, sedangkan ragu-ragu 6,25 persen.

Direktur Eksekutif  CISA Herry Mendrofa, Jumat, 11 Juni 2021 mengatakan, survei nasional yang diadakan di 34 provinsi secara proporsional di Indonesia. 

"Survei melalui wawancara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut menuai penolakan dari mayoritas publik," ujarnya.

Herry menjelaskan, sampel terdiri dari 1.200 responden dilakukan 7 sampai 9 Juni 2021.

"Margin of Error 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan di 95 persen da di 34 provinsi di Indonesia secara proporsional," ucapnya.

*Melakukan survei kinerja Jokowi dan Ma'ruf Amin*

Sebelumnya lembaga CISA ini tidak hanya melakukan survei terhadap elektabilitas deretan calon untuk Pemilihan Presiden (2024). 

Tetapi, CISA juga melakukan survei terhadap kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Ma'ruf Amin.

Dalam kategori sektor kelemahan pemerintahan presiden Jokowi terletak pada bagian perekonomian dan industri. Sebab, sektor itu mendapatkan persentase 30,52 persen.

Posisi kedua diduduki sektor komitmen anti korupsi dengan persentase 22,35 persen.

Peringkat ketiga ada sektor kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan dengan 20,56 persen, sedangkan posisi keempat adalah penegakan hukum dan hak asasi manusia memperoleh 18,06 persen.

Sementara itu, posisi kelima merupakan sektor perikanan dan kelautan 9,51 persen. 

Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA mengatakan pengambilan sampel dilakukan melalui Multistage Random Sampling yang dilakukan dari tanggal 27 Mei – 1 Juni 2021 di 34 provinsi. 

"Sampel terdiri dari 1.600 responden, margin of error 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan di 95 persen," kata Herry Mendrofa.

Sumber:GenPi.co