Breaking News

Nama Koalisi Partai Islam Yang Berpotensi Menjadi Calon Presiden 2024

Nama Koalisi Partai Islam Yang Berpotensi Menjadi Calon Presiden 2024

ACEHSTANDAR.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS merespons soal nama-nama yang berpotensin menjadi calon presiden dan wakil presiden dari koalisi poros Islam.

Jika gagasan koalisi poros Islam ini terbentuk, ada beberapa nama kuat untuk mengisi kursi capres dan cawapres.

Namun, Fernando mengatakan, poros Islam tidak bisa berdiri kuat jika hanya mengandalkan suara satu kelompok saja.

Poros ini bisa makin kuat jika mau mencari tokoh nasionalis-religius. "Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," kata Fernando kepada GenPI.co pada Selasa (25/5/2021).

Kehadiran Anies di poros Islam diyakini mampu mendongkrak perolehan suara saat Pilpres 2024.

Adapun, Anies nantinya bisa dipasangkan dengan sejumlah tokoh- tokoh Islam, seperti Said Aqil Siradj, Ahmad Syaikhu, Ahmad Heriawan, hingga Habib Rizieq Shihab.

Menurut Fernando, perlu upaya lebih untuk membangun dan membesarkan poros Islam.

Sebab, selama ini dunia perpolitikan Indonesia hampir selalu dikuasai oleh poros nasionalis.

Sebelumnya, pengamat Politik dari Lembaga Survei Politik Konsepindo Veri Muhlis Ariefuzzaman mengatakan terkait hal itu, ia menilai hal tersebut bisa saja terjadi, meskipun peluangnya cukup berat.

"Poros Partai islam itu mungkin saja terjadi nanti yang selama ini tidak pernah tersepakati dengan baik," ujar Veri saat diwawancarai MNC Portal, Senin,  19 April 2021 lalu.

Veri menganalisis, kalaupun nantinya partai-partai islam itu tergabung menjadi satu poros kekuatan, indikasi yang muncul adalah perspektif yang negatif dari publik. 

"Penyebabnya akan menggambarkan politik identitas," ujar Veri.

Menurut mantan aktivis 98 ini mengatakan, potensinya kalau poros islam ini ketemu kalaupun nanti akan dibaca dan terkesan buruk sebagai politik golongan, tapi itu tidak bisa ditolak karena demokrasi memungkinkan," tuturnya.

Veri melihat, suara umat Islam di Indonesia memang cukup banyak tapi selalu terbagi dalam dua basis, yakni basis Islam tradisionalis yang diwakili ormas NU yang wujud partainnya PKB dan PPP. 

Lalu basis Islam Modernis yang berwujud partainya dalam PAN, PKS dan PBB. 

"Nah, kedua basis itu sangat berbeda kepentingannya," ungkap Veri Muhlis Ariefuzzaman.