Breaking News

Oknum Mantan Kades Istiqamah Agara Disinyalir Korupsi Ratusan Juta Rupiah

Oknum Mantan Kades Istiqamah Agara Disinyalir Korupsi Ratusan Juta Rupiah
Ilustrasi (Foto:Kumparan)

ACEHSTANDAR.COM - Oknum mantan Kepala Desa (Kades), Istiqamah Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara berinisal HJ disinyalir telah melakukan korupsi atas penggunaan dana desa hingga mencapai ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBDes desa setempat.

Adapun dugaan indikasi korupsi dana desa itu terjadi saat oknum tersebut menjabat Kades pada periode tahun 2015-2021. Terendus nya indikasi korupsi dana desa tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun acehstandar.com dari beberapa sumber yang layak dipercanya pada Rabu (2/6/2021).
 
Sumber media ini menjelaskan, oknum mantan Kades tersebut diduga kuat telah melakukan indikasi korupsi dana desa dari dumber APBDes sejak tahun 2019-2020  yang nilainya mencapai sekitar Rp375.000.000. (Tiga ratus tujuh puluh lima juta rupiah).

Mereka pun menyebut bahwa adapun beberapa kegiatan desa yang dijadikan sebagai indikasi korupsi  terdiri dari sejumlah paket Proyek desa seperti  kegiatan dana Badan Usaha Milik Kute (BUMK), kemudian paket pekerjaan proyek Tembok Penahan (TPT), dan Proyek Saluran Pembuangan Limbah (SPAL). 

Sehingga terkait adanya dugaan korupsi yang bersumber dari APBDes desa setempat warga setempat pun sangat merasa heran, karena pihak inspektorat Agara selaku pemeriksa sudah beberapa kali turun ke desa Istiqamah untuk melakukan audit, tapi tidak ada kejelasan nya. 

"Kami pun sebagai warga sangat berharap kepada pihak terkait terutama Inspektorat Aceh Tenggara untuk secepatnya bisa mengusut tuntas kasus ini, sebab belum ada tindak lanjutnya dalam bentuk pengembalian atas dugaan kerugian atau pun proses hukum,"jelas mereka.

Mereka juga menuding bahwa oknum mantan Kades ini mengabaikan langkah-langkah yang ditempuh oleh sejumlah pihak berwenang desa seperti Badan Musyawarah Kute (BPK),  yang sudah melayangkan surat kepada oknum Kades untuk meminta keterangan melalui surat resmi, malah mantan Kades tidak mau menghadiri undangan yang disampaikan oleh Ketua BPK.

Ditempat terpisah Hayadun SP selaku Camat Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Rabu (2/6/21), membenarkan adanya dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Kades Istiqamah inisial (Hj). 

Namun sambung Hayadun, kejadian itu terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Camat di Darul Hasanah. 

"Pun demikian masalah ini telah saya upanyakan untuk penyelesaiannya, namun sampai saat ini masih dalam proses pihak inspektorat Agara,"ujarnya.

Selanjutnya Kepala Inspektorat Aceh Tenggara Abdul Kariman saat dikonfirmasi acehstandar.com melalui Hpnya membenarkan adanya dugaan korupsi di desa Istiqamah Kecamatan Darul Hasanah, namun sejauh ini belum ada upaya oknum tersebut untuk mengembalikan uang hasil temuan tersebut, kendatipun pihak inspektorat Agara sudah tiga kali melayangkan surat panggilan kepada oknum Kades tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan pihak media belum berhasil melakukan konfirmasi terkait penggunaan dana desa terhadap oknum mantan Kades Istiqomah.

LAPORAN: HIDAYAT