Breaking News

Ini Fakta Bukan Hoaks

Pemudik Turun, Impor WNA Dari China Naik

Pemudik Turun, Impor WNA Dari China Naik
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berdialog dengan penumpang kepentingan saat nonmudik meninjau Stasiun Senen dan terminal Pulo Gadung, Jakarta, Sabtu (8/5/2021). (Foto: Humas Kemenhub RI)

JAKARTA - Ini fakta, bukan hoaks. Kebijakan larangan mudik berjalan efektif. Jumlah pemudik turun drastis. Namun, di saat bersamaan, warga negara asing (WNA) dari China yang datang ke Indonesia, terus bertambah. Dalam sepekan terakhir, totalnya ada 500-an WNA China yang datang.

Kabar jumlah pemudik yang turun tahun ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah meninjau Stasiun Senen dan terminal Pulo Gadung, Jakarta, kemarin.

Di Terminal Pulo Gadung misalnya, kata dia, biasanya jumlah penumpang yang berangkat ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai 1.000 orang per hari. Tapi, sejak aturan larangan mudik diberlakukan, jumlah penumpang turun drastis. Pada Kamis (6/5), jumlah penumpang yang berangkat hanya 11 orang dan 40 orang pada Jumat (7/5).

Menurut BKS -sapaan Budi Karya Sumadi- penurunan pergerakan penumpang keluar Jakarta tak hanya di terminal Pulo Gadung. Tapi juga di Stasiun Senen dan Bandara Soekarno-Hatta. Penurunannya hingga 95 persen.

Dia mengapresiasi masyarakat yang memilih tidak mudik. “Memang kebijakan itu diambil untuk melindungi kita semua dari paparan Covid-19,” kata Budi.

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono mengatakan, hal serupa. Kata dia, penurunan pemudik ini bisa dilihat dari turunnya volume kendaraan yang mengarah ke Jawa. Penurunan sebanyak 70 persen. Volume kendaraan yang menuju ke arah Bandung dan Sumatera juga mengalami penurunan hingga 60 dan 30 persen.

Di saat yang bersamaan, jumlah pekerja asal China yang datang ke Indonesia terus bertambah. Kemarin pagi, rombongan warga China kembali tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Rombongan itu menumpang pesawat carteran China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387 Guangzhou-China.

Pesawat itu mengangkut 160 penumpang. Dengan rincian, 157 warga China dan 3 WNI. Warga China langsung dikarantina di 13 hotel yang telah ditunjuk Satgas Gugus Udara Covid-19. Adapun 3 WNI dikarantina di Wisma Atlet.

Ini adalah penerbangan ketiga yang membawa rombongan China dalam sepekan ini. Rombongan pertama, sebanyak 85 buruh China tiba pada Selasa (4/5) sore. Dua di antaranya kemudian terkonfirmasi positif Covid-19.

Dua hari kemudian, Kamis (6/5) sebanyak 46 warga China mendarat pukul 11.50 menggunakan pesawat Xiamen Air MF855 dari Fozhou. Jika ditotal, jumlah warga China yang datang pada 4 Mei dan 6 Mei mencapai 131 orang.

Tak cuma mendarat di Jakarta. Warga China juga mendarat di Bandara Maleo Morowali, Sulawedi Utara, sejak Rabu (5/5). Sampai kemarin totalnya ada 352 orang China. Mereka datang dengan menggunakan 4 pesawat Wing Air. Buruh asal China itu kemudian menuju PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara untuk bekerja membangun smelter.
 
Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara membenarkan, kedatangan 160 warga negeri panda itu tiba di bandara pukul 5 pagi. Dia memastikan, mereka telah memenuhi aturan keimigrasian Indonesia dengan jenis visa sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020. Mereka juga sudah diperiksa petugas Kementerian Kesehatan.

“Mereka, hendak bekerja di Indonesia. Bukan untuk kunjungan wisata,” kata Arya, kemarin.

Sementara, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih mengatakan, sejauh ini ada dua warga negara China yang positif Corona. Kedua orang ini adalah rombongan pertama.

Bagaimana kondisi warga China yang lain yang datang belakangan? Benget bilang belum mengetahui. “Nanti saya cek dulu di lapangan,” ujarnya, kemarin.

Kedatangan rombongan China itu mendapat sorotan dari sejumlah anggota parlemen. Politisi PPP, Achmad Baidowi menilai, kejadian seperti ini mestinya tidak terjadi. Apalagi Indonesia masih berusaha melawan Corona.

“Anehnya WNA China yang di negaranya menjadi sumber penyebaran Corona justru boleh datang ke Indonesia. Sementara warga mudik dilarang,” kata Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi, kemarin.

Komisi IX Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, sejak awal ia sudah minta pemerintaj melarang kedatangan tenaga kerja asing ke Indonesia. Ia tidak ingin ada kasus-kasus baru. Apalagi belakangan diketahui ada dua orang China yang positif Corona.

Ini membuktikan pemerintah tidak ketat melakukan screening dan testing kepada para WNA. “Saya melihat pemerintah ini sangat sangat tidak konsisten dalam menegakkan aturan,” ujarnya.

Kecemasan para politisi ini memang beralasan. Pasalnya, Indonesia telah mulai ditemukan 3 varian baru virus Covid-19. Tiga varian itu adalah B117 asal Inggris, B1351 asal Afrika dan varian mutasi ganda dari India B1617.

Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengaku, prihatin dengan masuknya orang China ke Indonesia. Dia bilang, kasus Corona di dunia saat ini masih memburuk. Tak ada negara yang 100 persen aman dari Corona. Termasuk di China. Karena itu mestinya pemerintah memperketat pintu masuk. Bukan malah diperlonggar.

Kritikan dari warganet soal kedatangan orang China ini masih mengalir deras di linimasa Twitter. Akun @misulum sudah bingung mau omong apa lagi. Kritikan yang disampaikan sejak kemarin seperti tak didengar pemerintah. “Asudahlah,” ujarnya.

Akun @dimas_skeptis masih berharap pemerintah bisa menghentikan dulu kedatangan WNA. “Saat ini lebih urgent kendalikan pandemi. Rakyat butuh dorongan semangat agar tidak terlalu kecewa karena larangan mudik. Ada rasa kecewa melihat WNA bebas keluar masuk,” pungkasnya. 

Sumber:RM.id