Breaking News

Pengacara Terdakwa Kasus Toko Emas Lapor JPU ke Sesjamwas

Pengacara Terdakwa Kasus Toko Emas Lapor JPU ke Sesjamwas
Pengacara dari kantor RAN Advocates, DR H Razman Arif Nasution SH SAg MA PhD [Foto;Ikhsan]

ACEHSTANDAR.COM -  Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penjualan emas yang tidak sesuai kadar kemurnian, Razman Arif Nasution ternyata sudah melaporkan okjum Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan (Sesjamwas), Senin 8 November 2021.

Itu dilakukan lantaran belum adanya kabar menyangkut laporan pertama yang dilayangkan ke asisten pengawasan kejaksaan tinggi Aceh pada 19 Oktober 2021 lalu.

Rencananya, Razman bersama Tim hari ini akan mendatangi kantor Kejati Aceh untuk mempertanyakan laporan dugaan kecurangan dan intervensi yang dilakukan oleh JPU, R.

"Karena ternyata, tadi secara bersamaan saya dari Medan kemudian saya makan di salah satu restoran di sekitar Bandara, kemudian tidak berapa lama masuk sahabat saya Adit. Beliau adalah Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan  (Sesjamwas). Beliau datang bersama Inspektur Kejaksaan Agung bapak M Taufik,"kata Razman kepada wartawan di Banda Aceh, seraya menjelaskan kedua pejabat tadi tadi diterima dan didampingi Wakajati,  juga dengan Aswas.

Menurut penyampaian dia, saat bertemu tadi dirinya bersama tim langsung menyedorkan laporan menyangkut dugaan kecurangan okjum Jaksa.

"Tadi secara langsung saya sampaikan kepada pak Sesjamwas, saya sudah lama kenal beliau sejak enam tahun lalu. Saya karena tidak ada waktu saja di Jakarta untuk datang ke Jaksa Agung tapi dengan bertemu tadi surat tadi serahkan langsung ya. Beliau berjanji termasuk Wakajati, berjanji akan menindak lanjuti, dan besok Jaksa Agung akan datang untuk acara di Banda Aceh, kalau kalian ingin lebih terang silakan tanyak,"ujar pengacara kondang ini.

Intinya, kata dia, siapa Jaksa yang nakal, siapa penegak hukum yang nakal semuanya harus diproses dan ditindak secara hukum.

"Nakal dalam pengertian boleh dia melanggar etika, boleh dia melanggar undang-undang, boleh dia dia menyalah gunakan kewenangan,maka itu semua harus ditindak,"sambungnya lagi.

Kajati Harus Bersikap

Oleh karenanya, Kuasa hukum dari terdakwa Sunardi tersebut meminta Kajati Aceh Muhammad Yusuf agar segera bersikap terkait laporan yang telah dilayangkan oleh pihaknya. Jika tidak, Razman mengaku membawa persoalan ini ke Jaksa Agung.

"Karena itu saya percaya, kalau Pak Kajati Pak Muhammad Yusuf bemain-masin dengan kasus ini saya akan bawa persoalan ini ke Jaksa Agung, dan saya tidak segan-segan sama dia, mungkin pak Muhammad Yusuf ini belum kenal dengan saya, belum kenal maksudnya belum kenal track record (rekam jejak-red) saya."

"Jangan dia buat saya marah, saya masih baik saya masih sopan, saya masih santun, saya sudah bicara dengan sabahat saya dan abang saya tadi, beliu benar-benar bidang pengawasan, beliau berjanji akan panggil yang bersangkutan saudara Ramadani,"tegasnya.

Selain itu, dia mengaku kecewa dengan Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Aceh yang mengaku sudah melakukan komunikasi lewat layanan WhatsApp, namun tidak kunjung diberi jawaban.

"Dan kalau juga Kajati tidak mengambil sikap, saya minta yang bersangkutan untuk mundur dan diproses hukum karena terindikasi melindungi bawahannya, kalau Kepolisian sekarang menindak oknum-oknum penegak hukum yang tidak benar, berapa Kapolres yang sudah dicopot di Negara ini? kenapa Kejaksaan tidak juga, padahal Jaksa agung mengatakan ingin perbaikan internal, apa katanya? ingin pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,"demikian terang Razman.