Breaking News

Pengacara Terdakwa Kasus Toko Emas Minta JPU 'Angkat Bendera'

Pengacara Terdakwa Kasus Toko Emas Minta JPU 'Angkat Bendera'
Razman Arif Nasution saat diwawancara oleh wartawan di Pengadilan Negeri Banda Aceh [Foto:Muhammad Fadhil]

ACEHSTANDAR.COM - Pengacara terdakwa Sunardi, Razman Arif Nasution kecewa dengan ketidakhadiran Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang dijadwalkan pada Selasa 16 November 2021 petang tadi. Akibatnya sidang ditunda oleh majelis hakim.

Oleh sebab itu, Razman mengingatkan JPU agar segera mundur jika tidak sanggup membuktikan perkara yang sedang ditangani. 

"Jadi, menurut saya kalau jaksa sudah merasa dia tidak sanggup meneruskan, ya mundur, ganti jaksa baru, kalau susah membuktikan klien kami angkat bendera, biar hakim melakukan restorative justice, boleh, boleh itu,"tegas Razman yang ditemui wartawan di PN Banda Aceh.

Restorative justice, lanjut Razman bisa saja dilakukan tergantung kepentingan. Pun demikian dia mengatakan sudah menahan diri dalam berbicara mengingat Jaksa dengan pengacara sama-sama penegak hukum.

"KUHP, undang-undang peradilan itu bukan kitap suci, bisa dilakukan restorative justice itu, tergantung kepentingannya saja, saya sebenarnya menahan diri, supaya saya jangan berbicara terlalu banyak terhadap jaksa, karena sama-sama penegak hukum,"jelasnya.

Disisi lain, Razman menduga dalam perkara kasus toko emas ada skenario jahat, di mana jaksa penuntut umum terkesan mengulur-ulur waktu agar sidang tersebut ditunda.

"Nah, kalau pertanyaan saya mungkin takut ketemu saya, nah mungkin dia tahu kalau sama pak Razman urusannya jadi panjang, nggak juga, tim saja juga jago-jago semua, mereka sudah dibekali semua, saya justru tertantang,"pungkasnya.