Breaking News

Pernyataan Jubir Covid-19 Dituding Keliru, Warga Minta Segera Klarifikasi

Pernyataan Jubir Covid-19 Dituding Keliru, Warga Minta Segera Klarifikasi
Elly warga Desa Alue Tampak, Kecamatan kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat memperlihatkan hasil tes swab yang dikeluarkan oleh rumah sakit yang menyatakan bahwa ibunya negatif Covid-19.

ACEHTSTANDAR.COM- Elly Warga Desa Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat membantah pernyataan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Aceh Barat yang mengatakan bahwa almarhum ibunya meninggal akibat Covid-19.

Ia mengatakan bahwa almarhum ibunya yang bernama Cut Aman sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh selama bebarapa hari karena mengalami penyakit DM.

“Yang mau saya bantah itu stetmen dari satgas Covid yang mengatakan mamak itu dikebumikan secara protokol kesehatan, sedangkan itu tidak dilakukan, karena memang ketika mamak dikeluarkan dari rumah sakit RSUZA negatif Covid,” kata Elly Sabtu 19 Juni 2021.

Kata dia, almarhum ibunya memang sempat beberapa kali melakukan tes Swab ketika berada di RSUZA dan dirawat di ruang Respiratory Intensif Care Unit (RICU) tetapi hasil tes Swab terakhir yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit menyatakan ibunya negatif Covid-19.

“Pertama swab di IGD sekali, waktu dirawat di RICU dua kali dan pas waktu dirawat di Pinere Banda Aceh hasilnya sempat positif kemudian di isolasi dua hari kemudian terakhir sebelum meninggal hasilnya negatif,” katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa saat ini mempunyai data hasil tes swab yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit tempat ibunya dirawat sebelum meninggal dunia dan data tersebut menyatakan bahwa ibunya negatif Covid-19.

“Sampai saat ini kami belum dapat konfirmasi dari satgas, karena memang sewaktu dikebumikan orang melihat sudah ada berita bahwa mamak dikebumikan secara protokol kesehatan, sedangkan masyarakat kan melakukan pemekaman tidak secara protokol kesehatan karena tidak positif,” ujar Elly.

Dampak yang dirasakan oleh ia dan keluarga akibat statmen yang disampaikan oleh Jubir Satgas Covid-19 Aceh Barat tersebut membuat masyarakat yang hadir dan membantu proses pemakaman ibunya merasa ditipu oleh keluarganya.

“Seolah-oleh masyarakat menganggap kami tipu karena pas waktu selesai pemakaman masyarakat duduk di warung kopi baca koran dan pas waktu baca koran kan lihat bahwa warga warga Desa Alue Tampak ada yang meninggal dan dimakamkan secara protokol kesehatan padahal kan tidak,” ujarnya.

Ia berharap agar Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Barat segera mengklarifikasi pernyataanya yang mengatakan bahwa almarhum ibunya meninggal akibat Covid-19 dan dimakamkan secara protokol kesehatan.

LAPORAN: VINDA EKA SAPUTRA

AS