Breaking News

Proyek Pengerasan Jalan Tanjung Muda Agara Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Pengerasan Jalan Tanjung Muda Agara Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Proyek jalan usaha tani di desa Tanjung Muda kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara

ACEHSTANDAR.COM - Seperti nya komitmen Presiden RI Jokowi dalam mengoptimalisasikan realisasi anggaran dana desa APBDes dengan jujur serta transparan terhadap penggunaan dana setiap desa sepertinya tak bisa terwujud. Karena sebagian desa dalam realisasi penggunaan dana tersebut dijadikan sebagai ajang untuk meraup keuntungan oleh oknum-oknum tertentu.

Salah satu contoh penggunaan dana desa diduga tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan petunjuk teknis pekerjaan seperti di desa Tanjung Muda Kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara. Pasalnya di desa tersebut ada kegiatan proyek pengerasan  Jalan Usaha Tani (Jitut).

Dalam pengerjaan proyek pengerasan jalan tersebut, menurut informasi yang dihimpun acehstandar.com beberapa waktu lalu dikerjakan oleh pihak Pemerintah desa diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan sehingga banyak warga setempat pun menuding bahwa proyek tersebut dikerjakan asal jadi serta terkesan hanya untuk meraup keuntungan secara pribadi maupun kelompok dan golongan tertentu. 

Sumber media ini menyampaikan bahwa pengerjaan proyek tersebut juga diduga tumpang tindih. Sebab ada dua mata anggaran dalam proyek tersebut, selain dari dana desa APBDes desa setempat juga sebelum nya pada tahun 2019 proyek Pengerasan Jalan Usaha Tani  itu sudah pernah dikerjakan oleh pihak Pemerintah Aceh Tenggara melalui dinas PUPR setempat. Sehingga sangat wajar banyak kalangan masyarakat setempat menuding bahwa proyek tersebut tumpang tindih serta berpotensi sebagai ajang korupsi.

Kemudian salah seorang tokoh masyarakat desa Tanjung Muda Kecamatan Darul Hasanah Kabupaten Aceh Teggara yang tidak mau disebutkan namanya juga mengatakan hal yang sama, pengerjaan proyek pengerasan  jalan usaha tani itu  bersumber dari dana desa (DD) Tahap I Tahun 2021 sekitar Rp93 juta rupiah, dengan lokasi proyek tersebut di kawasan lahan pertanian dan persawahan desa setempat, karena jalan usaha tani itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menopang ekonomi masyarakat setempat dan memperlancar mengangkut hasil pertanian warga.

"Namun sangat disayangkan pengerjaan nya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan,"sebutnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Kades Tanjung muda kecamatan Darul Hasanah Aceh Tenggara, Adi saat dikonfirmasi acehstandar.com dua hari lalu lewat WhatsApp membenarkan proyek tersebut pernah dikerjakan oleh pihak Pemerintah Aceh Tenggara melalui dinas PUPR pada tahun 2019 yang lalu. Kemudian melalui Musdus dan Musdes pengerasan jalan tersebut diusulkan lagi untuk pengerjaan lanjutan sepenjang 300 Meter. 

Sedangkan pada sisi lain, sumber media ini kembali menjelaskan bahwa proyek tersebut hanya modus untuk meraup keuntungan saja serta serta akal-akalan oknum pihak Pemerintah desa saja. Karena warga setempat pun menilai bahwa pengerjaan pengerasan jalan dengan volume sepanjang 300 Meter itu, agar terlihat baru dikerjakan.

Oknum Kepdes cs hanya menyewa satu unit  alat berat jenis Grader untuk mengorek material yang ada di badan jalan serta memasukan sekitar  10 trip mobil dump truck untuk membawa material sertu timbunan, selanjutnya material diratakan alat berat Grader itu.

"Kami sebagai masyarakat sangat berharap kepada pihak terkait seperti aparat penegak hukum maupun pihak Inspektorat Aceh Tenggara untuk secepatnya bisa mengusut pengerjaan proyek tersebut, karena kami menduga bahwa kualitas pengerjaan proyek ini tidak sesuai dengan RAB di APBDes,"harap warga.

Kemudian berdasarkan penelusuran acehstandar.com beberapa waktu lalu di lokasi proyek yang sudah dikerjakan itu, memang terlihat material sertu yang sudah dihamparkan sangat tipis, serta pengerasan jalan itu terlihat tidak padat.

HIDAYAT