Breaking News

Relawan Jokowi: Mahfud MD Wajib Dibela Atas Pernyataan Era Jokowi Korupsi Makin Menggila

Relawan Jokowi: Mahfud MD Wajib Dibela Atas Pernyataan Era Jokowi Korupsi Makin Menggila
Ketua Umum Jokman, Immanuel Ebenezer bersama Jokowi

ACEHSTANDAR.COM  - Ketum Relawan Jokowi Mania (Joman) Emmanuel Ebenezer angkat suara soal pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut era Presiden Jokowi kasus korupsi tambah menggila.

Pria akrab dipanggil Noel itu mengatakan, pernyataan Mahfud MD tersebut tidak ada yang salah dan harus dibela.

“Mahfud wajib dibela, pernyataannya tidak ada yang salah,” ucapnya kepada di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Kendati demikian, dalam pernyataan itu Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebutkan banyak yang korupsi bukan karena salah Presiden Jokowi.

“Mahfud menegaskan sistimiknya korupsi ini bukan kesalahan Presiden Jokowi,” kata Noel.

“Selain peninggalan dan warisan era sebelumnya. Ini ulah dari pejabat atau menteri yang memanfaatkan momentum 3 tahun tersisa pemerintahan Jokowi,” bebernya.

Lebih lanjut, Noel mengungkapkan sistimiknya korupsi itu ada di Kementerian dan di sekeliling lingkaran Presiden.

“Di tingkat kementerian dari jual beli jabatan oleh para staf ahlinya sangat terbuka jelas Noel, ada sejumlah alasan kenapa virus korupsi mewabah,” tuturnya.

Pertama, mereka sadar masa kekuasaan mereka akan berakhir dan harus bersiap diri masuk masa pensiun.

“Kedua, bersiap siap menghadapi Pilpres.2024. hukuman yang relatif ringan dan merasa memiliki jaringan dengan penguasa,” ungkapnya.

Noel juga mengungkapkan, perilaku korupsi di Kementerian relatif samar-samar. Bisa tercium tapi tidak terang benderang.

“Beda dengan di daerah. Jelas jual beli proyek sangat massive untuk mendapatkan 1 pekerjaan PL, harus setor DP 20 persen. Nah itu beda lagi kalau kerjaan selesai,” bebernya.

Dirinya meyakini, sistemiknya korupsi ada di semua propinsi, kota dan kabupaten.

“Polanya kebanyakan diorganisir. Persentasenya macam macam, mungkin hanya 15 sd 20 persen kepala daerah tutup mata, diam dan tak mau terima,” ucapnya.

“Tapi membiarkan anak buahnya KKN. 30 persen lagi tutup mata diam, dan mau terima hasil KKN. Sisanya 50 persen ikut mengorganisir korupsi itu,” tandas Noel.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebut korupsi yang terjadi saat ini justru lebih gila daripada korupsi yang dilakukan saat Soeharto menjabat sebagai presiden di era Orde Baru (Orba).

Hal ini diungkap Mahfud untuk menjawab pertanyaan banyak orang terkait pernyataannya pada 2017 lalu, saat dirinya belum menjadi bagian dari pemerintah.

Kala itu dia pernah menyebut bahwa di era reformasi korupsi semakin meluas. Alih-alih meralat, Mahfud justru mengatakan perilaku korupsi saat ini justru semakin gila. 

Dia pun enggan meralat pernyataan yang pernah dia lontarkan pada 2017 lalu itu. 

 

Sumber:pojoksatu.id