Breaking News

Sejumlah Pendamping Desa Rangkap Jabatan di UGL, Rektor Diminta Bertindak

Sejumlah Pendamping Desa Rangkap Jabatan di UGL, Rektor Diminta Bertindak
Ilustrasi rangkap jabatan

ACEHSTANDAR.COM -  Sejumlah tenaga Pendamping Desa dan Tenaga Pendamping Kecamatan disinyalir banyak merangkap jabatan di Universitas Gunung Leuser Kutacane Aceh Tenggara. Sehingga Hal tersebut sudah menyalahi aturan dan melanggar sumpah dan jabatan sebagai tenaga pendamping desa yang profesional.

Sebab jabatan menjadi Pendamping Desa (PD) maupun pendamping kecamatan pada dasarnya, diharuskan untuk tunduk dan patuh pada tata perilaku dan etika profesi pendamping profesional.

Hal tersebut berdasar pada Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Kementerian Desa, sesuai dengan Permendes Nomor 3 tahun 2015 tentang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk pendamping desa. Itu sebanyak Rektor UGL diharapkan segera bersikap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun AcehStandar.com Kamis (25/11/21), dari beberapa sumber membenarkan bahwa ada beberapa tenaga pendamping desa, mereka sudah sejak lama rangkap jabatan di kampus tersebut. Sehingga hal ini mereka sudah mengabaikan tugas pokoknya sebagai tenaga pendamping desa. 

"Seharusnya mereka itu dilarang rangkap jabatan karena mereka sudah terikat kontrak di Kemendes RI, akan tetapi mereka terlibat kontrak dengan institusi (Kampus Universitas Gunung Leuser), baik itu pemerintah maupun swasta yang dapat menyebabkan pekerjaan pendamping profesional tidak maksimal"

"Seharusnya mereka tersebut harus memilih jabatan mau tetap menjadi pendamping desa atau memilih bekerja sebagai staf ahli di kampus tersebut,"jelas sumber media ini.

Rektor Universitas Gunung Leuser, Kutacane, DR Indra Utama yang dihubungi AcehStandar.com, Kamis (25/11) belum memberi keterangan menyangkut informasi tersebut.

Ia mengaku sedang ada kegiatan peringatan Hari Guru di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara. (*)