Breaking News

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Yudisium 80 Mahasiswa

STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Yudisium 80 Mahasiswa
Yudisium Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh semester ganjil angkatan X tahun akademik 2020/2021 (Foto: Istimewa).

ACEHSTANDAR.COM - Sebanyak 80 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh semester ganjil angkatan X tahun akademik 2020/2021, diyudisium, di aula kampus setempat.

Pelaksanaan yudisium mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh ini dilakukan secara terbuka dan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ketika masuk ke ruangan.

Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan, Mukhsinuddin, S.Ag, MM dalam laporannya mengatakan pada jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam ada sebanyak 6 orang, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan sejumlah 55 dan Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Sebanyak 19 orang mahasiswa.

“Lulusan terbaik pada yudisium angkatan X ini sebanyak 9 orang yang diambil dari masing-masing Program Studi dengan kategori masa studi maksimal lima tahun dan nilai tertinggi 3,50 ke atas,” kata Mukhsinuddin Senin 24 Mei 2021.

Sementara itu Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Inayatillah, M.Ag berharap agar para mahasiswa yang sudah diyudisium nantinya dapat dengan jeli melihat peluang dan menatap masa depan secara optimis.

“Anda harus terus mengasah kemampuan untuk melihat masalah, melatih kepekaan dan empati, dengan demikian anda menjadi terberdayakan karena ketika mengetahui masalah, mengenal dengan baik persoalan, anda menjadi semakin peka dan semakin tahu apa yang harus dilakukan,” kata Dr. Inayatillah.

Ia menambahkan, yudisium dan wisuda hanyalah langkah awal bagi para mahasiswa untuk memulai hidup baru, mempraktekkan semua apa yang telah pelajari dan menambah wawasan di tempat lain. 

“Yang paling penting tetap jaga silaturrahmi dan jalin komunikasi dengan almamater dalam wadah ikatan alumni, karena hubungan kita belum berhenti sampai disini saja,” katanya.

VINDA EKA SAPUTRA