Breaking News

Tegakkan Disiplin Prokes, Petugas Segel Warung Kopi di Kota Sabang

Tegakkan Disiplin Prokes, Petugas Segel Warung Kopi di Kota Sabang
Petugas gabugan menyegel warung kopi yang melanggar surat edaran

ACEHSTANDAR.COM - Untuk menegakkan disiplin terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) bagi pengusaha warung kopi, Polres Sabang bersama institusi TNI yang ada di Sabang, Satpol-PP, BPBD dan RAPI laksanakan operasi yustisi. Dalam operasi tersebut satu warung, yang kedapatan tidak mengindahkan Surat Edaran pemerintah dipasang Police Line.

Kapolres Sabang AKBP Muhammadun SH, melalui Wakapolres Kompol M Husin SH MH kepada media ini Minggu (06/06) mengatakan, pelaksanaan patroli gabungan yang juga didukung TNI dari seluruh institusi seperti TNI AD, TNI AL, TNI AU dan instansi terkait, dilakukan guna menegakkan kedislinan Prokes Covid-19.

"Pelaksanaan operasi yustisi  dilaksanakan untuk menyadarkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan covid-19. Dimana, operasi tersebut melibatkan seluruh institusi TNI, seperti TNI, AD, TNI AL, TNI AU, Satpol-PP dan organisai lainnya seperti RAPI," kata pimpinan operasi Kompol M Husin SH MH.

Pimpinan operasi M Husin SH MH, yang juga Wakapolres Sabang ini menjelaskan, pada pelaksanaan operasi yustisi minggu malam itu melibat sekitar 50 personil dan dibantu organisasi RAPI. 

Pada operasi yustisi petugas melaksanakan penegakan disiplin Prokes ke warung-warung kopi dan cafe-cafe yang ramai dikunjungi masyarakat dan membuka melewati batas waktu yang ditentukan masyarakat.

"Bahkan, dalam operasi yustisi minggu malam itu satu warung kopi yang membandel dan tidak mematuhi Prokes serta mengabaikan Surat Edaran Walikota di Police Line,"jelasnya. 

Lebih lanjut dikatakan, sasaran pelaksanaaan patroli yustisi tersebut mengedepankan humanis namun demikian, bagi yang tidak mematuhi akan beri sanksi berupa menutup warung dengan memasang Police Line.

"Jadi bagi warung dengan tingkat presentase kerumunan yang tidak sesuai ketentuan surat edaran pemerintah maka, langsung ditindak dengan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan .Bahkan, pihaknya  juga telah memanggil pengusaha lainnya supaya mematuhi Prokes," ungkap Wakapolres.

Pemerintah telah menghimbau kepada pemilik usaha, agar mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah dengan menutup tempat usaha pada pukul 22.00 WIB, maka apabila tidak dilaksanakan tentu akan diberikan sanksi berupa penyegelan tempat usaha.
  
Operasi yustisi selaku garda terdepan dalam pelaksanaannya adalah Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol-PP) sedangkan TNI/POLRI hanya membatu menghimbau masyarakat supaya patuh pada Prokes Covid-19.

Sementara tujuan dari patroli gabungan ini sendiri untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat di tempat-tempat keramaian, guna meputuskan mata rantai Covid-19 di Kota Sabang.

Karena, saat ini provinsi Aceh mengalami peningkatan kasus tepapar Covid-19 yang cukup drastis maka, untuk lebih meningkatkan disiplin masyarakat Kota Sabang terhadap Protkes pihaknya selalu melakukan patroli.

"Saat patroli berlangsung kedapatan salah satu warung yang tidak mematuhi himbauan surat edaran Gubernur Aceh dan Walikota Sabang, maka petugas menutup paksa dengan menyegel dan memasang Police Line,"ujarnya.

Patroli gabungan operasi yustisi penegakan disiplin Protkes diikuti oleh Wakapolres Sabang M Husin SH, MH, Kasat Reskrim IPDA Rahmad SH M.Si Sekretaris Satpol-PP Kerry Priono, Personil Kodim 0112/Sabang, Personil Lanal Sabang, Personil Lanud Maimun Saleh, Personil Polres Sabang, Personil BPBD dan RAPI.

JALAL