Breaking News

Tiga Penyidik Polda Aceh Dinonaktifkan, Razman Nasution: Artinya ada Indikasi

Tiga Penyidik Polda Aceh Dinonaktifkan, Razman Nasution: Artinya ada Indikasi
Pengacara dari kantor RAN Advocates, DR H Razman Arif Nasution SH SAg MA PhD [Foto:Ikhsan]

ACEHSTANDAR.COM - Pengacara dari kantor RAN Advocates, DR H Razman Arif Nasution SH SAg MA PhD mengapresiasi Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang telah menonaktifkan tiga penyidik Ditreskrimsus yang diduga memeras pengusaha toko emas. 

"Karena itu, yang paling pokok adalah ada indikasi, ada bahasa Pak Kabid Humas begitu, ada indikasi tentang apa yang kami lapor. Indikasi itu sama dengan praduga tak bersalah,"kata Razman Arif Nasution, yang ditemui di Mapolda Aceh, Senin 8 November 2021.

Dengan demikian, dia mengatakan tentang apa dan seperti apa hukumannya diserahkan sepenuhnya kepada yang terkait yang berwenang.

"Pihak Propam, Irwasda, dan tentu Pak kapolda sendiri,"jelasnya.

Dihadapan wartawan, Razman berulang kali menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada pihak Kepolisian yang telah merespon laporan yang dilayangkan kantor RAN Advocates terhadap prilaku oknum-oknum penyidik Polda Aceh yang diduga telah melakukan pemerasan. Dan ini, kata dia melanggar etika penyidikan dan juga melangar KUHP.

"Karena itu dengan dinonaktifkan, artinya ada indikasi, kalau tidak ada tidak mungkin dinonaktifkan,"cetus pengacara kondang ini.

Kendati demikian, ia turut menyampaikan meski klien nya Sunardi berstatus terdakwa yang tengah dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, namun dia menuding dimulai dari proses tidak normal.

"Meskipun klien saya hari statusnya terdakwa, tapi dimulai dari proses yang tidak normal,"tegasnya. 

Seperti diberitakan acehstandar.com sebelumnya, Pengacara kondang Razman Arif Nasution membeberkan ada oknum polisi Polda Aceh meminta dana segar sebesar Rp200 juta kepada kliennya yang tersandung kasus dugaan penjualan emas yang tidak sesuai kadar kemurniannya.

Ini disampaikan Razman kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (19/10/2021) usai mengikuti sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa. 

Menurut penyampaian kuasa hukum dari Sunardi  (Toko Emas Asia) tersebut, uang yang diduga diminta oleh oknum polisi di Polda Aceh diserahkan secara tunai (cash) .

Itu sebabnya, dia melaporkan dugaan upaya pemerasaan tersebut ke Irwasda Polda Aceh, Kombes Pol Marzuki Ali Basyah. Laporan yang sama juga dilakukan kepada pihak kejaksaan terkait penyimpangan yang dilakukan oleh oknum jaksa. []