Breaking News

Tim Satgas Covid-19 Banda Aceh Disinyalir Luput Pantau Kerumunan BSI

Tim Satgas Covid-19 Banda Aceh Disinyalir Luput Pantau Kerumunan BSI
Anuar Pesi, aktivis Lingkar Publik Strategis

*Terkesan Tebang Pilih

ACEHSTANDAR.COM - Lingkar Publik Strategis menilai intruksi Satgas Percepatan Penanaganan Covid-19 Kota Banda Aceh perihal penundaan sementara kegiatan yang menimbulkan kerumunan terkesan tebang pilih. 

Pernyataan tersebut disampaikan Anuar Pesi, aktivis Lingkar Publik Strategis yang diminta tanggapan oleh acehstandar.com, Rabu (9/6/2021).

Itu disampaikan, kata Anuar bukan tanpa alasan, dirinya mengaku heran dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh tim Satgas Percepatan Penanaganan Covid 19 Kota Banda Aceh tersebut hanya terkesan tertuju kepada kegiatan yang menimbulkan kerumunan yang digelar oleh masyarakat biasa. Namun berbeda jika dilakukan oleh instansi atau lembaga-lembaga lainnya.

Buktinya, dia mecontohkan seperti kegiatan migrasi yang saat ini sedang dilakukan oleh sejumlah unit Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh, khususnya di Banda Aceh. Disana merupakan kegiatan dapat menimbulkan orang banyak, meski para nasabah menggunakan masker, tapi dilapangan terlihat nyaris tidak menjaga jarak.

BACA JUGA:Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta Perkawinan

Kegiatan migrasi rekening yang sedang dilaksanakan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), yang telah menimbulkan kerumunan sepertinya hampir luput dari pantauan tim satgas Covid-19.

Terkait hal ini, menurut Anuar yang dilakukan oleh satgas covid sangat tidak adil. Karena dimata hukum semuanya sama, tidak ada perbedaan. Jika tempat-tempat lain dilarang kegiatan yang menimbulkan kerumunan, kenapa di BSI tidak.

"Jika BSI dikatakan sudah menjalankan sesuai protocol Kesehatan (Prokes), di tempat lain juga bisa dilakukan sesuai prokes,"cetusnya.

Oleh sebab itu, Anuar sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh pemerintah Kota Banda Aceh terkait upaya meminimalisir meningkatnya angka positif Covid-19 di Banda Aceh.

"Siapa yang berani jamin di BSI tidak ada Covid-19? Saat kegiatan migrasi rekening tersebut, apakah covid-19 itu hanya berada ditempat-tempat tertentu saja, dan virus tersebut menular dijam-jam tertentu saja?" tanya Anuar.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah kota Banda Aceh agar lebih serius dalam menanggulangi penyebaran virus covid-19, jangan terkesan “ulok-ulok” seperti ini, sehingga dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap adanya virus berbahaya ini.

BACA JUGA:Bikin Kerumunan, Dewan Kritik Cara BSI Lakukan Migrasi!

"Dan ini sangat berbahaya, karena akan sulit menerima kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut,"tegas Mahasiswa UIN Ar-Raniry tersebut.

Kritikan terhadap kerumunan pada proses Migrasi Bank Syariah Indonesia (BSI) sebelumnya juga telah dilontarkan oleh Anggota DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara.

Tati mengaku ada sejumlah kantor layanan BSI, khususnya di Kota Banda Aceh terjadi kerumunan masyarakat (nasabah) pada saat proses itu berlangsung.

Padahal, kata Tati, saat ini kasus lonjakan Covid-19 di tanah rencong tahap mengerikan, hal itu sebagaimana data yang dilaporkan Satgas penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Satgas covid-19 kota Banda Aceh telah mengeluarkan intruksi kepada para camat dalam wilayah Kota Banda Aceh, perihal penundaan sementara kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti acara perkawinan, sunatan, dan kenduri.

Kegiatan masyarakat dapat dilaksanakan kembali apabila Kota Banda Aceh sudah keluar dari zona merah. (*)

 

Editor: