Breaking News

[UPDATE] Covid-19 di Indonesia Bertambah 6.565 Kasus Hari Ini  

[UPDATE] Covid-19 di Indonesia Bertambah 6.565 Kasus Hari Ini  
Ilustrasi

Kematian akibat COVID-19 di Indonesia bertambah 162 orang

ACEHSTANDAR.COM  - Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 6.565 orang dinyatakan positif terpapar virus corona per hari ini, Sabtu (29/5/2021). 

Dengan penambahan ini, total jumlah orang yang terpapar COVID-19 di Tanah Air mencapai 1.809.926 kasus.
Jawa Tengah menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang kasus harian virus corona hari ini, yakni 1.050 orang. 

Disusul Jawa Barat 927 kasus, DKI Jakarta 898 kasus, Riau 652 kasus, dan Kepulauan Riau 456 kasus.

1. Tercatat 5.417 orang berhasil sembuh dari COVID-19 hari ini

Meski jumlah kasus positif bertambah, Satgas COVID-19 melaporkan, jumlah pasien yang berhasil sembuh juga bertambah 5.417 orang dalam 24 jam terakhir. Maka, total kesembuhan sudah 1.659.974 orang.

DKI Jakarta mencatat kasus kesembuhan paling banyak hari ini yaitu 998 kasus.

Selanjutnya disusul Jawa Barat sebanyak 893 kasus, Jawa Tengah 660 kasus, Riau 413, dan Sumatra Barat 402 kasus.

2. Sebanyak 162 orang meninggal akibat COVID-19

Satgas COVID-19 juga melaporkan, sebanyak 162 orang meninggal dunia akibat virus corona dalam satu hari terakhir. 

Total jumlah orang yang meninggal dunia karena COVID-19 menjadi 50.262 orang.

Provinsi yang memiliki kasus kematian terbanyak hari ini yaitu Jawa Tengah 20 kasus. Disusul Jawa Timur dan Riau 19 kasus.

3. Terbukti, COVID-19 bisa menyebar melalui udara.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya, Selasa, 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk.

Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. 

Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," tuturnya.

Sumber:idntimes.com