Breaking News

UTU Kembali Kuliah Tatap Muka, Rektor Berharap Seluruh Mahasiswa Divaksin

UTU Kembali Kuliah Tatap Muka, Rektor Berharap Seluruh Mahasiswa Divaksin
Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan proses perkuliahan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

ACEHSTANDAR.COM - Universitas Teuku Umar (UTU) sudah kembali melaksanakan perkuliahan secara tatap muka sejak hari Senin, 27 September yang lalu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Rektor UTU, Prof Jasman J Ma’ruf mengatakan, tidak semua mata kuliah dilaksanakan secara tatap muka, namun ada beberapa mata kuliah lainnya yang masih harus dilaksanakan secara daring seperti mata kuliah umum.

“Proses belajar mengajar di UTU itu mixed atau hybrid, satu bagian ada dikampus dan satu bagian lagi ada diluar kampus, karena kita ingin mengurangi jumlah mahasiswa yang hadir dikampus saat bersamaan,” kata Prof Jasman J Ma’ruf, Selasa 28 September 2021.

Setiap mahasiswa yang hadir di kampus kata Prof Jasman, wajib melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun ataupun handsanitiser setiap saatnya.

“Oleh karena itu kita menghimbau dan kita juga berharap agar mahasiswa kita ini dapat mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan oleh pemerintah,” katanya.

Prof Jasman juga menambahkan, pihak kampus hingga saat ini tidak bisa mewajibkan para mahasiswa untuk melakukan vaksinasi sebagai syarat untuk melaksanakan perkuliahan secara tatap muka.

“Karena ada mahasiwa yang mungkin tidak bisa divaksin diakibatkan ada penyakit bawaannya, jadi dokter la yang paling tahu dia wajib atau tidaknya divaksin, jadi oleh karena itu kami sudah mencoba menginventalisir mahasiswa yang belum vaksin dapat nanti kita vaksin di kampus,” ujar Prof Jasma J Ma’ruf.

Nantinya pihak kampus UTU akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan vaksinasi terhadap para mahasiswa baik itu yang berasal dari luar daerah maupun dalam daerah yang belum divaksin untuk divaksin.

“Kita terus berharap dan menghimbau kepada mahasiswa bahwa vaksin itu paling bagus untuk menjaga diri kita dan orang lain, vaksin lah solusi bagi kita hari ini agar penyebaran Covid-19 ini semakin melandai dan berkurang,” ujarnya.

Jika seluruh mahasiswa maupun civitas akademika di UTU sudah melaksanakan vaksinasi maka proses perkuliahan secara tatap muka akan berjalan dengan aman dan lancar serta mengurangi resiko terpapar covid-19.

“Namun jika dalam perjalanannya nanti ditemukan kasus baru yang mungkin bisa meningkat maka terpaksa juga kita akan lakukan perkuliahan secara daring lagi, kita tidak mau seperti itu, kita harus konsisten dan harus vaksin semua agar imunitas secara bersama sudah terwujud,” katanya.